Polusi Udara Tangerang Selatan Terburuk di Indonesia Pagi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas
20 Mei 2026, 08:59
udara, tangsel, polusi
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Suasana gedung-gedung bertingkat dan perumahan warga dengan kabut polusi udara di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (7/9/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kualitas udara Tangerang Selatan dan sejumlah wilayah tterpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.20 WIB, poin AQI wilayah-wilayah mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan. 

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Rabu (20/5).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 193 atau dalam kategori tidak sehat.
  2. Tangerang, Banten, dengan poin AQI 171 atau dalam kategori tidak sehat.
  3. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 167 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Jakarta, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Badung, Bali, dengan poin AQI 112 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif

Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 50. Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah menyusul di urutan kedua dengan poin AQI 54, namun masuk kategori kualitas udara sedang.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Auckland di Selandia Baru dengan poin AQI 9. Berikutnya ada Milan di Italia dengan poin AQI 11 dan Lisbon di Portugal dengan poin AQI 13. Kota-kota besar itu masuk dalam kategori kualitas udara baik.

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, Riyadh di Arab Saudi menjadi kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini.  Kemudian tak hanya masuk daftar nasional, Jakarta juga masuk jajaran kota besar dengan polusi udara terburuk. Berikut daftarnya:

  1. Riyadh, Arab Saudi, dengan poin AQI 264 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
  2. Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 201 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
  3. Kuwait City, Kuwait, dengan poin AQI 190 atau dalam kategori tidak sehat.
  4. Johannesburg, Afrika Selatan, dengan poin AQI 169 atau dalam kategori tidak sehat.
  5. Delhi, India, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat.
  6. Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 157 atau dalam kategori tidak sehat.

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150

Adapun kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...