Prabowo Puji Peran PDIP Jadi Oposisi, Kenang Jasa Megawati

Muhamad Fajar Riyandanu
20 Mei 2026, 13:08
prabowo, pdip, megawati
Instagram/Sekretariat Kabinet
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3). Foto: Instagram/Sekretariat Kabinet
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memuji Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Megawati Soekarnoputri. Prabowo memuji PDIP karena memilih berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Prabowo mengatakan hal itu saat menyampaikan pidato di Rapat Paripurna DPR di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Rabu (20/5). Ia Prabowo menilai sikap PDIP menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi.

"Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," kata Prabowo.

Prabowo mengakui dirinya sempat menginginkan seluruh partai politik bergabung ke dalam pemerintahan demi memperkuat semangat gotong royong. Namun, ia menyadari kehadiran oposisi tetap dibutuhkan agar jalannya pemerintahan tetap mendapat kritik dan pengawasan.

Ia pun menilai kritik keras dari kader PDIP selama ini menjadi pengingat bagi dirinya pribadi dan jalannya pemerintahan.

"Terkadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar lama-lama, mungkin ada dasarnya," ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan pengalaman dirinya saat belum menjabat sebagai presiden. Ia menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah membantunya dalam urusan ekonomi, khususnya terkait proyek dan tender yang dimenangkan perusahaannya.

Pengalaman itu kini diterapkan oleh Prabowo dalam pemerintahannya. Ia meminta para menteri tidak melihat latar belakang politik pihak yang mengikuti tender proyek pemerintah.

Menurutnya, pemerintah harus tetap memberikan kesempatan kepada pihak yang memenangkan tender secara tanpa mempertimbangkan afiliasi politiknya.

"Saya tidak berkuasa waktu itu, alias lontang-lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi, mengatakan, 'kalau memang Prabowo yang menang tender, jangan diganggu, diteruskan'. Saya mengikuti contoh beliau," ujar Prabowo.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...