Danantara Tunjuk Eks Direktur Vale Luke Thomas Mahony Pimpin Badan Ekspor PT DSI
Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan sementara PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Pemerintah saat ini masih berada dalam tahap awal pembentukan struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola transaksi ekspor sumber daya alam tersebut.
Kepala Danantara Rosan Roeslani mengatakan penguatan tim manajemen PT DSI masih terus dilakukan sebelum diumumkan secara penuh kepada publik nantinya. "Untuk saat ini, (pimpinannya) Luke Thomas," kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta, setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (21/5) sore.
Rosan mengatakan, publikasi struktur manajemen lengkap PT DSI akan dilakukan setelah proses konsolidasi internal dan penyerapan masukan dari para pelaku usaha, mulai dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) hingga asosiasi sawit.
"Kami mau mendengarkan masukan dari semua asosiasi, dari Kadin, Apindo, APBI, asosiasi sawit. Jadi nanti pukul 4 sekaligus sosialisasi," ujarnya.
Menurut Rosan, proses pembentukan struktur manajemen DSI dilakukan dengan menerapkan pendekatan serupa saat Danantara membangun struktur organisasinya pada tahap awal.
Pemerintah pada saat itu menunjuk Muliaman Darmansyah Hadad sebagai Kepala Danantara, sebelum menetapkan Rosan sebagai Kepala Danantara sejak Februari 2025 lalu. "Ini kan awal, kami juga dalam tahap penguatan tim. Nanti akan kita tampilkan full teamnya. Bisa dilihat rekam jejak dan kemampuannya jelas. seperti pemerintah bentuk Danantara dulu," ujar Rosan.
Profil Luke Thomas Mahony
Luke Thomas Mahony adalah warga Australia berdomisili di Jakarta. Ia meraih sarjana Mining Engineering dari University of New South Wales (UNSW) pada 2002, serta tiga gelar master di bidang Keuangan (2004), Teknik Pertambangan (2006), dan Geomekanika (2009).
Thomas sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer di Vale Indonesia 25 Juli 2025.
Sebelum bergabung dengan Vale Indonesia, ia pernah menjabat sebagai Global Head of Technology & Innovation (2021–2022), Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology (2019–2021) di perusahaan pertambangan global, serta sebagai General Manager dan Technical Executive di BHP Billiton, dan pernah bekerja di Xstrata Coal dan Baulderstone Hornibrook.
