9 WNI Relawan Global Sumud Dibebaskan Israel, Sedang Menuju Turki

Tia Dwitiani Komalasari
21 Mei 2026, 18:34
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina meminta agar p
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). Dalam aksi tersebut, massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina meminta agar pemerintah dapat membebaskan warga negara Indonesia dan jurnalis yang diculik Israel saat menjalankan misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza di perairan Cyprus pada 18 Mei 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengonfirmasi bahwa semua relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel, telah dibebaskan.

Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (21/5), menyampaikan bahwa pada relawan sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot oleh otoritas Israel, telah dibebaskan dari fasilitas penahanan itu.

Kini mereka sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.

"Tim hukum Adalah (organisasi HAM setempat) terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan," kata Harfin.

Dia pun menyampaikan bahwa para relawan internasional itu pun dikabarkan sempat mengalami tindak kekerasan selama penahanan, seperti pemukulan hingga penggunaan peluru karet.

Namun, dia pun masih mengonfirmasi kondisi para WNI yang sempat ditahan tersebut. Dia pun berharap aksi kekerasan tidak terjadi kepada sembilan WNI yang ditangkap oleh Israel itu.

Sejauh ini, dia mengatakan proses pemulangan akan terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, dan jaringan internasional pendukung Flotilla. Menurut dia, tim dari GPCI pun kini tengah bersiap berangkat ke Turki untuk menjemput para relawan WNI.

Di samping itu, dia mengatakan GPCI juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Pada hari ini pun, kata dia, pimpinan dari GPCI juga telah bertemu dengan Kemenlu.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...