Prabowo Jawab Kritik Perluasan Peran Militer di Sipil: Rakyat Butuh Hasil Cepat

Muhamad Fajar Riyandanu
8 Juni 2026, 12:17
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (kedua kiri) meninjau pasukan dalam upacara penutupan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad Matra Darat ASN Pemprov Sulsel di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2026).
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (kedua kiri) meninjau pasukan dalam upacara penutupan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad Matra Darat ASN Pemprov Sulsel di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menjawab kritik terkait perluasan peran militer di ranah sipil yang muncul sejak dirinya menjabat sebagai kepala negara. Menurut Prabowo, keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sejumlah program pemerintah bertujuan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam sesi wawancara khusus dengan Jurnalis Atlantico, Jean-Sébastien Ferjou. Menteri Pertahanan 2019-2024 itu mengatakan, masyarakat Indonesia mengharapkan pemerintah mampu memberikan hasil secara cepat.

Prabowo mengatakan dirinya melibatkan TNI dan Kepolisian untuk membantu pelaksanaan berbagai program prioritas yang dinilai mendesak dan menyasar pada kebutuhan publik.

"Rakyat saya mengharapkan hasil, dan mereka mengharapkannya dengan cepat. Itulah sebabnya saya meminta Kepolisian dan TNI untuk membantu memberikan hasil tersebut, seperti membangun kembali Sumatera setelah banjir, membangun jembatan, dan memastikan ketahanan pangan,” kata Prabowo, dikutip dari Atlantico pada Senin (8/6).

Dalam wawancara tersebut, Prabowo menggarisbawahi dirinya tetap meyakini demokrasi sebagai sistem pemerintahan terbaik saat ini. Ia juga menyinggung perjalanan politiknya yang berulang kali mengikuti kontestasi pemilihan presiden sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024.

“Saya percaya pada demokrasi. Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi ia adalah sistem terbaik di antara semua alternatif yang tersedia,” ujar Prabowo.

“Itulah sebabnya saya mengikuti proses demokrasi. Saya mencalonkan diri sebagai presiden tidak hanya sekali, tidak dua kali, tetapi lima kali sejak 2004. Tahun 2004, 2009, 2014, 2019, dan baru menang di tahun 2024.”

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...