BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami, Sulawesi Alami Guncangan Kuat Gempa Filipina

Ajeng Dwita Ayuningtyas
8 Juni 2026, 12:34
Gempa magnitudo 7,7 di Mindanau, Filipina, pada Senin (8/6) pagi, memicu peringatan tsunami di beberapa wilayah Indonesia.
Antara, BMKG
Gempa magnitudo 7,7 di Mindanau, Filipina, pada Senin (8/6) pagi, memicu peringatan tsunami di beberapa wilayah Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah di Indonesia. Sebelumnya, BKMG merilis beberapa kali peringatan tsunami terkait gempa tektonik magnitudo 7,7 di Mindanao, Filipina pada Senin (8/6) pagi, yang guncangannya terasa hingga ke Tanah Air.

“Pengakhiran peringatan dini, agar Tim SAR, BASARNAS, BPBD, BNPB, serta TNI Polri dan segenap elemen bisa melakukan penyelamatan di lokasi terdampak,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Kantor Pusat BMKG Jakarta, pada Senin (8/6).

Di Indonesia, wilayah paling terdampak oleh gempa yaitu di kepulauan Talaud di Sulawesi Utara dengan guncangan paling hebat yaitu skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) paling tinggi VI.

Skala MMI VI atau getaran dirasakan semua penduduk, plester dinding jatuh, dan cerobong asap pabrik rusak terjadi di Miangas dan Melonguane.

Kemudian, skala MMI V yaitu getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang tampak bergoyang dirasakan di Siau dan Tagulandang. 

Sedangkan di Morotai, Halmahera Utara, dan Kota Manado mengalami efek pada skala MMI IV atau getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun. Serupa, di Toli-toli dan Kabupaten Gorontalo Utara efek gempa bumi berada di skala III-IV MMI.

Adapun di Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, serta Halmahera Tengah mengalami dampak gempa bumi pada skala III, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk melintas. 

Hingga pukul 10.00 WIB, BMKG mencatat ada 20 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo 3,9 hingga 6,7. Namun, Faisal mengungkap tidak ada lagi aktivitas kenaikan air laut yang membahayakan. Gelombang air laut paling tinggi tercatat di Talengen, Sulawesi Utara, yaitu pada 08.20 WIB.

“Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi di beberapa wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan air laut signifikan yang berbahayakan,” ujarnya. 

Meski begitu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait gempa bumi dan tsunami di saluran-saluran resmi BMKG. 

Gempa Besar Filipina Bukan di Zona Megathrust

BMKG mengidentifikasi gempa tektonik magnitudo 7,7 di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada Pukul 06.37 WIB. Titik pusat gempa berada di 5,80 derajat LU dan 125,14 derajat BT atau tepatnya berlokasi di laut, dengan jarak 244 km arah Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 km. 

Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya subduksi lempeng laut di Filipina dan memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust. BMKG menegaskan, lokasi tersebut tidak berada di zona megathrust, melainkan di zona subduksi. 

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami, dengan status siaga,” kata Faisal.

BMKG lalu mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Sulawesi, Gorontalo, Maluku, dan Kalimantan. BMKG memberikan status siaga dengan potensi gelombang tsunami setinggi 0,5-3 meter untuk Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.  

Dan status waspada, dengan potensi gelombang tsunami setinggi kurang dari 0,5 meter untuk Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...