MBG Bidik 72,3 Juta Siswa di 2029, Pemerintah Akui Perlu Peningkatan Kualitas

Ade Rosman
9 Juni 2026, 14:11
MBG, program prioritas Prabowo Subianto
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.
Siswa makan bersama saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menargetkan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 72,3 juta siswa pada 2029. Meski memasang target tinggi, pemerintah tak menampik perlunya peningkatan kualitas dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. 

Hal ini tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. 

“Masih diperlukan penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi program MBG,” kata pemerintah dalam dokumen tersebut, Selasa (9/6).

Dalam KEM-PPKF 2027, pemerintah menyatakan MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diarahkan untuk mempercepat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi, khususnya bagi anak usia sekolah. 

Pemerintah menyatakan, MBG ditujukan untuk meningkatkan status gizi anak, kehadiran, dan partisipasi sekolah, menanamkan kebiasaan perilaku makan sehat, serta meningkatkan prestasi belajar dalam jangka panjang. 

Dalam dokumen tersebut, pemerintah menyatakan pemberian MBG kepada anak sekolah mencakup seluruh jenjang mulai dari PAUD/RA/TK, SD/MI/sederajat, SMA/MA/sederajat, SLB, serta sekolah keagamaan di seluruh Indonesia. 

“Pelaksanaan MBG pada 2025 menunjukkan capaian yang cukup signifikan, yaitu telah diberikan kepada 53,69 juta orang melalui 19.068 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan realisasi anggaran sebesar Rp 51,5 triliun,” bunyi dokumen tersebut.

Optimalisasi MBG

Pemerintah menyatakan, optimalisasi program ini dilakukan melalui desain intervensi gizi yang berbasis kebutuhan anak sekolah, peningkatan kualitas menu yang seimbang dan aman dikonsumsi, serta penguatan sistem pemantauan dan evaluasi terhadap capaian status gizi dan partisipasi peserta didik. 

Dengan cara itu, pemerintah berharap dapat meningkatkan efektivitas program dalam mendukung konsentrasi belajar, kualitas pembelajaran, serta pencapaian hasil pendidikan yang lebih baik. 

“Selain itu, integrasi data lintas kementerian maupun lembaga akan terus diperkuat guna memastikan ketepatan sasaran, efisiensi, dan efektivitas implementasi program. Sasaran kelompok pendidikan diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 72,3 juta jiwa di tahun 2029,” ujar pemerintah dalam dokumen tersebut.  

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...