Prabowo: Diundang Trump hingga Putin, Indonesia Tak Bisa Absen

Muhamad Fajar Riyandanu
10 Juni 2026, 17:58
Presiden Prabowo Subianto saat Munas Hipmi di Lampung, Rabu (10/6). Foto: M Fajar Riyandanu/Katadata
Katadata
Presiden Prabowo Subianto saat Munas Hipmi di Lampung, Rabu (10/6). Foto: M Fajar Riyandanu/Katadata
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan dirinya kerap melakukan kunjungan luar negeri sejak menjabat sebagai kepala negara. Prabowo menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat Musyawarah Nasiona (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6).  Tak hanya itu, ia juga membandingkan sorotan terkait kebijakan politik luar negerinya dengan saat kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo.

"Ada Presiden yang jaran ke luar negeri, kayak Pak Jokowi, disalahkan. (Dibilang) 'Jokowi tidak peduli politik luar negeri'," kata Prabowo. "Saya sering ke luar negeri, (dibilang) 'Prabowo (terlalu) sering ke luar negeri'," katanya.

Ia mengatakan kondisi global saat ini dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang membuat hubungan antarnegara berubah dengan cepat. Menurutnya, Indonesia perlu menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan seluruh kekuatan dunia tanpa berpihak pada blok tertentu.

Meski begitu, Ketua Umum Partai Gerindra menekankan politik luar negeri Indonesia tetap berlandaskan prinsip bebas aktif dan nonblok sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa.

Prabowo mencontohkan dirinya menetapkan arah diplomasi Indonesia untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai negara besar. Ia mengaku menjaga hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sekaligus dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meskipun langkah tersebut kerap menuai kritik dari berbagai pihak.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia memilih bersahabat dengan seluruh negara dan tidak ingin terlibat dalam aliansi maupun pakta militer mana pun.

"Jadi saudara-saudara, Presiden Trump sudah undang, Presiden Rusia undang juga. Gw nongol di Washington, tapi enggak nongol di Moskow, nggak bisa saudara," ujar Prabowo.

Dalam kegiatan kali ini, Prabowo turut didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Selain itu, turut hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Menteri Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan DPP Hipmi Bahlil Lahadalia

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...