Gajah Ria Beri Kejutan Lahirkan Anak Kelima di TN Tesso Nilo
Balai Taman Nasional (BTN) Tesso Nilo membagikan kabar kelahiran satu individu gajah sumatra, dari induk bernama Ria (55 tahun). Kelahiran anak gajah ini cukup mengejutkan, sebab sebelumnya tidak terdeteksi kehamilan pada induk.
Kelahiran ini pertama kali diketahui pada Rabu pagi (10/6), sekitar pukul 07.30 WIB, saat Mahout (pawang gajah) Erwin Daulay hendak memindahkan gajah Ria dari ikatan menuju lokasi angonan di Camp Elephants Flying Squad TN Tesso Nilo.
Di lokasi ikatan yang berjarak satu kilometer dari Pos Jaga/Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatera (KGS) itu, Mahout Erwin mendapati gajah Ria sudah didampingi anak gajah yang baru lahir beserta ari-arinya. Berdasarkan indikasi di lapangan, bayi gajah diperkirakan lahir kemarin sekitar pukul 04.00 WIB.
“Tidak bisa berkata-kata, saya tadi sebenarnya sampai menangis karena tidak percaya, dari hasil USG juga tidak kelihatan (kehamilan),” kata Erwin, dikutip dari unggahan Instagram @btn_tessonilo, Kamis (11/6).
Tim dokter hewan langsung didatangkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan fisik dan medis menyatakan bayi gajah ini dalam kondisi sangat sehat, aktif, tanpa cacat fisik, dan sudah bisa menyusu secara normal kepada induknya. Baik bayi maupun induk gajah, terus dipantau intensif oleh tim mahout dan tim medis.
Anak gajah ini merupakan anak kelima dari gajah Ria yang lahir di Camp Elephants Flying Squad TN Tesso Nilo, sebagai hasil kembang biak dengan gajah liar. Sebelumnya, gajah Ria telah melahirkan empat anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kemudian menggelar "sayembara" nama untuk bayi gajah ini.
“Mama Ria telah melahirkan seekor anak gajah sumatra betina dalam kondisi sehat. Kehadiran adik Domang ini menambah harapan bagi masa depan gajah sumatra di alam liar. Kira-kira nama apa yang cocok untuk si kecil ini ya, Angkel Onty?” ujar Raja Juli dalam unggahan Instagram pribadinya.
Unggahan tersebut dipenuhi komentar netizen yang terkejut dengan kelahiran ini, mengingat tidak diketahui kehamilan gajah Ria sebelumnya. Netizen juga ramai mengusulkan nama untuk bayi gajah, di antaranya Mentari Pertiwi, Nusa Arimbi, atau Puspa Tessonila. Namun, Raja Juli belum mengumumkan nama yang dipilih untuk adik gajah Domang ini.
Dalam delapan tahun terakhir, Elephat Flying Squad TN Tesso Nilo telah menyambut empat kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yaitu Ria dan Lisa.
“Rentetan kelahiran ini menjadi bukti nyata dan penguatan fakta bahwa hutan TN Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar dalam upaya peningkatan populasi gajah sumatra,” tulis BTN Tesso Nilo dalam keterangan resmi.
Dengan kelahiran bayi gajah ini, total gajah di camp Tesso Nilo bertambah menjadi delapan ekor, terdiri dari tiga gajah dewasa, dua gajah remaja, dan tiga anak gajah.
Sebagai informasi, International Union for Conservation Nature (IUCN) telah menetapkan status konservasi gajah sumatra dalam kategori Critically Endangered atau berada di ambang kepunahan.
Satwa eksotis ini juga termasuk mamalia yang dilindungi, menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
