Tiga Calon Manajer Kopdes Wafat, KSP Dudung: Belum Tentu Akibat Latihan Militer
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menyebut hingga saat ini belum ditemukan indikasi kelalaian dalam latihan militer bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) meskipun tiga orang dilaporkan meninggal dalam proses pelatihan.
Dudung mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI). Ia menilai kematian peserta tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan kegiatan latihan militer yang dijalankan.
"Informasi dari Kementerian Sekretariat Negara belum ada tingkat kelalaiannya ya. Karena memang namanya meninggal mungkin tidak serta-merta karena latihan militer," kata Dudung dalam konferensi pers di Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, pada Jumat (26/6).
Dudung menjelaskan pelatihan militer untuk peserta SPPI tidak memiliki tingkat intensitas yang terlalu berat. Ia menilai kemungkinan terdapat faktor kesehatan atau kondisi lain yang memengaruhi peserta selama mengikuti pelatihan.
Pemerintah saat ini masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kematian para peserta. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan pelatihan pada masa mendatang.
"Setahu saya latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras ya. Tapi mungkin karena dia sakit dan sebagainya. Tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi," ujar Dudung.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat 2021-2023 itu menyebutkan bahwa pihak penyelenggara telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebelum peserta mengikuti pelatihan latsarmil.
Dudung menyebutkan seluruh peserta disebut menjalani tes kesehatan sebagai bagian dari tahapan awal sebelum kegiatan berlangsung.
Kendati demikian, Dudung menilai terdapat kemungkinan peserta mengalami kendala fisik maupun mental selama proses pelatihan. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kematian peserta.
"Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan. Cuma memang di dalam proses pelatihan itu mungkin ada yang secara mental, secara fisik yang tidak kuat," kata Dudung.
Pada kesempatan tersebut, Dudung menilai pelatihan kedisiplinan tetap memiliki manfaat bagi peserta program pemerintah. Ia berpendapat pembekalan semacam itu penting untuk meningkatkan disiplin, loyalitas, kerja sama, dan jiwa korsa.
Dudung mengatakan pemerintah belum berencana menghentikan pelaksanaan pelatihan latsarmil bagi SPPI.
"Kami pun dulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih diretret dulu di Magelang. Karena memang itu penting. Kalau menurut saya untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan loyalitas, kerjasama, jiwa korsa. Mudah-mudahan itu tetap dilaksanakan," ujarnya.
