Lukashenko Jadi Pemimpin Asing Pertama yang Menginap di Istana Negara

Muhamad Fajar Riyandanu
2 Juli 2026, 13:36
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kunjungan kenegaraan Alexandr Lukashenko di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut u
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hma/bar
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Kunjungan kenegaraan Alexandr Lukashenko di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis diberbagai sektor.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menginap di Istana Negara selama menjalani kunjungan resmi ke Indonesia.  Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengatakan langkah ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus memenuhi keinginan tamu negara untuk bermalam di kompleks Istana kepresidenan.

"Biasanya kalau kunjungan kenegaraan presiden yang lain berkehendak di hotel, tapi beliau (Aleksandr Lukashenko) kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana,"kata Sugiono di Istana, Kamis (2/7), sebelum pertemuan.

Menurut Sugiono, Lukashenko menghendaki untuk bermalam di Istana. Pemerintah pun mengakomodasi permintaan tersebut. "Tadinya di Wisma Negara, tetapi Pak Presiden (Prabowo) menilai yang lebih representatif di Istana," ujarnya.

Sugiono mengatakan Lukashenko menjadi presiden pertama dari negara sahabat yang menginap di Istana Negara selama kunjungan kenegaraan ke Indonesia. 

Sebelumnya, tamu negara terakhir yang menginap di kompleks Istana adalah mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, yang menempati Wisma Negara.

"(Presiden Lukashenko) menjadi presiden yang pertama di Istana Negara," ujar Sugiono.

Kedua pemimpin juga membahas peluang penguatan kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, investasi, serta kerja sama kemanusiaan. Pertemuan tersebut juga akan menghasilkan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama.

Salah satu dokumen utama yang akan disepakati ialah peta jalan pengembangan kerja sama Belarus-Indonesia pada sektor-sektor prioritas untuk periode 2026–2030.

Sugiono, mengatakan salah satu materi pertemuan bilateral nantinya akan membahas soal kerja sama ketahanan pangan, salah satunya mengenai pengadaan bahan baku pupuk. 

"Ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi," kata Sugiono sebelum pertemuan. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...