Prabowo Sempat Terima Kunjungan Tony Blair di Kertanegara, Ini Isu yang Dibahas

Muhamad Fajar Riyandanu
7 Juli 2026, 13:39
Presiden Prabowo Subianto bertemu mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kertanegara, Jakarta, Senin (6/7). Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto bertemu mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Kertanegara, Jakarta, Senin (6/7). Foto: Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menerima mantan Perdana Menteri (PM) Inggris, Tony Blair di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Senin (6/7), malam. 

Sekretaris Kabinet (Seskab), Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, menyampaikan pertemuan tersebut berlangsung usai Prabowo menerima kunjungan dari PM Singapura Lawrence Wong, dan menjemput PM India Narendra Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. 

“Pertemuan antara dua kawan lama ini menjadi momen penting untuk bernostalgia sekaligus bersilaturahmi,” kata Teddy, dalam siaran pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Selasa (7/7). 

Selain untuk mempererat silaturahmi, Teddy menyampaikan bahwa pertemuan tersebut juga dimanfaatkan kedua tokoh untuk saling bertukar pandangan. “Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global,” ujarnya.

Menurut Teddy, Tony Blair merupakan salah satu tokoh dunia yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan global. Blair pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris Raya selama tiga periode berturut-turut, mulai dari tahun 1997 hingga 2007.

Menurut Teddy, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Tony Blair mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus membangun komunikasi dengan para pemimpin dan tokoh internasional.

Ia turut menyampaikan bahwa melalui pertemuan ini, Indonesia dapat memperluas jejaring kerja sama serta meningkatkan posisi di kancah internasional.

“Melalui pertemuan strategis seperti ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan berbagai pemimpin dan tokoh internasional guna meningkatkan posisi serta daya saing Indonesia di kancah global,” kata Teddy.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...