Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Targetkan Bisa Genjot Produksi 1 Juta Ton Beras
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional lima bendungan, yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Keureuto dan Bentungan Rukoh di Aceh.
Seremoni peresmian itu berlangsung secara serempak di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok barat, pada Jumat (10/7). Pembangunan lima bendungan tersebut menelan dana Rp 9,79 triliun. Prabowo menilai pengadaan infrastruktur tersebut diperkirakan mampu mendukung irigasi dan menambah produksi beras hingga 1 juta ton.
“Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih terbaik bisa menghasilkan 1 juta ton beras,” kata Prabowo saat memberikan sambutan peresmian, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Pembangunan Bendungan Meninting diharapkan dapat mengatasi ketimpangan ketersediaan air di Pulau Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim, seperti fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpotensi memicu kemarau panjang.
Bendungan yang memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare itu mampu mengairi lahan pertanian seluas 1.559 hektare, menyediakan air baku bagi masyarakat, serta mendukung pembangkitan energi bersih berkapasitas sekitar 10 megawatt yang berasal dari PLTA dan PLTS terapung.
Keberadaan bendungan tersebut diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280% menjadi 300% sehingga mampu menambah produksi gabah hingga 420 ribu ton per musim tanam dengan potensi nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun.
Selain untuk sektor pertanian dan energi, Bendungan Meninting juga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata air sekaligus menopang pasokan air bersih bagi kawasan pariwisata di Lombok.
Prabowo menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk menjaga, merawat, dan mengelola bendungan secara profesional. Ia menekankan bahwa infrastruktur tersebut harus mampu menyalurkan air hingga ke lahan pertanian sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani sebagai produsen pangan nasional.
“Saya titip kepada instansi yang terkait. Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik. Kelola dengan profesional, dan rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” ujarnya.
