Dukung Keberagaman, Temasek Foundation Apresiasi Pejuang Harmoni Asia Tenggara

Ira Guslina Sufa
16 Juli 2026, 08:27
Penyerahan anugerah Harmony in Diversity Award Temasek Foundation
Katadata/ Ira Guslina
Penyerahan anugerah Harmony in Diversity Award Temasek Foundation
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Temasek Foundation memberikan penghargaan perdana Harmony in Diversity Award kepada Uskup Agung Emeritus Cotabato, Filipina, Orlando Beltran Quevedo, atas dedikasinya membangun perdamaian, dialog lintas agama, dan kohesi sosial di Asia Tenggara. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi individu yang dinilai berhasil memperkuat harmoni di tengah keberagaman budaya, agama, dan masyarakat di kawasan.

Harmony in Diversity Award diselenggarakan oleh Temasek Foundation bersama 5P Global Movement sebagai sekretariat pendukung. Penghargaan tersebut dibentuk untuk mengapresiasi individu yang sepanjang hidupnya menunjukkan komitmen dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus menginspirasi masyarakat Asia Tenggara untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis.

Sebagai kardinal pertama yang berasal dari Mindanao, Quevedo dikenal sebagai tokoh yang konsisten mendorong dialogue of life, yakni dialog yang dibangun melalui interaksi sehari-hari antarmasyarakat berbeda agama dan budaya. Ia juga memperjuangkan rekonsiliasi sebagai fondasi perdamaian yang berkelanjutan.

Pada 1996, Quevedo turut mendirikan Bishops-Ulama Conference, forum yang mempertemukan uskup Katolik, pendeta Protestan, dan ulama Muslim untuk memperkuat kerja sama lintas agama. Selain itu, ia aktif mendorong lahirnya regulasi perdamaian, termasuk Bangsamoro Basic Law (BBL), yang menjamin perlindungan hak-hak dasar serta kebebasan beragama bagi seluruh kelompok masyarakat.

Harmony in Diversity Award diluncurkan pada 1 Agustus 2025 sebagai inisiatif regional untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya harmoni sosial, memperluas dampak berbagai inisiatif perdamaian, sekaligus membangun jejaring para pegiat harmoni di Asia Tenggara. Pada penyelenggaraan perdananya, penghargaan ini menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di kawasan.

Pelindung Harmony in Diversity Award, Halimah Yacob, mengatakan Orlando Quevedo merupakan sosok yang mencerminkan nilai-nilai yang ingin diangkat melalui penghargaan tersebut. Menurut Halimah sebagai penerima perdana, Orlando Quevedo mencerminkan nilai-nilai yang ingin diangkat melalui penghargaan ini. 

“Saya berharap teladannya dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk memperkuat harmoni di kawasan kita,” ujar Halimah dalam penganugerahan yang digelar Rabu (15/7). 

Direktur Eksekutif sekaligus CEO Temasek Foundation Ng Boon Heong mengatakan perjalanan panjang Quevedo menunjukkan bahwa membangun harmoni membutuhkan komitmen yang konsisten dan berkelanjutan. Menurut Ng Boon karya dan pengabdian Orlando menjadi pengingat bahwa harmoni dibangun dengan kesabaran melalui upaya yang berkelanjutan. 

“Penghargaan ini menjadi titik awal untuk mendorong lebih banyak upaya kolektif dalam memajukan harmoni dalam keberagaman di Asia Tenggara," ujarnya. 

Sementara itu, pendiri 5P Global Movement M. Arsjad Rasjid P.M. mengatakan penghargaan tersebut dibentuk untuk memberikan penghormatan kepada individu yang mampu membangun perdamaian melalui kepercayaan, saling menghormati, dan keberanian menjembatani perbedaan. Menurut Arsjad, membangun harmoni sosial membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah.

"Kami meyakini bahwa perdamaian, kemakmuran, manusia, lingkungan, dan kemitraan merupakan unsur-unsur yang saling berkaitan,” ujar Arsjad. 

Lebih jauh ia mengatakan harmoni sosial membutuhkan aksi kolektif dan tanggung jawab bersama dari masyarakat, dunia usaha, hingga negara. Arsjad berharap penghargaan perdana ini bisa menginspirasi lebih banyak individu, komunitas, dan lembaga di Asia Tenggara untuk terus membangun jembatan persaudaraan serta memperkuat kohesi sosial bagi generasi mendatang.

Penentuan penerima penghargaan dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Tunku Tun Aminah, mantan Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi, Wali Kota Quezon City Joy Belmonte, Group CEO Frasers Property Panote Sirivadhanabhakdi, dan CEO Temasek Foundation Ng Boon Heong. Dewan juri memilih Quevedo karena dedikasinya selama puluhan tahun dalam membangun perdamaian, memperkuat dialog lintas agama, serta mendorong rekonsiliasi, khususnya di Mindanao.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...