Kepala BGN Sudaryono Tegaskan MBG Tak Akan Dihentikan, Ini Alasannya

Andi M. Arief
22 Juli 2026, 21:00
Sudaryono, bgn, MBG, sppg,
Katadata/Fauza Syahputra
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) menyapa wartawan setibanya di gedung BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan. Menurutnya, MBG merupakan program utama Presiden Prabowo Subianto yang telah dirancang sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024.

Sudaryono mengatakan usulan untuk menghentikan atau membubarkan MBG bukan menjadi bahan evaluasi bagi BGN. Ia menegaskan lembaganya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan program ini, karena merupakan program langsung Presiden.

"MBG merupakan tender politik Presiden Prabowo pada saat Pemilihan Presiden 2024. Oleh karena itu, program ini direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan dalam momen kampanye yang akhirnya membuat beliau terpilih jadi presiden," kata Sudaryono di Gedung BGN, Rabu (22/7).

Oleh karena itu, fokus utama BGN di bawah kepemimpinannya yakni memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG. Menurut Sudaryono, program ini tetap memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa.

Mantan Wakil Menteri Pertanian itu memimpin rapat pimpinan BGN untuk memberikan arahan pertamanya atas jabatan baru itu. Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, Sudaryono tiba di Gedung BGN pada pukul 17.10 WIB.

Dalam rapat itu, Sudaryono menyampaikan tiga instruksi utama terkait pelaksanaan MBG, yakni memastikan makanan yang dibagikan aman dikonsumsi, meningkatkan kualitas gizi anak, serta memberdayakan sumber daya pedesaan dalam penyediaan bahan baku program.

Ia menegaskan seluruh bahan pangan yang dipasok dari desa di sekitar setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memenuhi standar. Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan.

"Kita belajar dari faktor keracunan dan lain-lain. Selain cara mengolah pangan, insiden keracunan barangkali disebabkan oleh bahan baku dengan kualitas yang tidak bagus atau tidak memenuhi standar," katanya.

Sebelumnya, saat berada di Istana Merdeka, Sudaryono mengatakan fokus utama MBG yakni menyediakan asupan gizi yang sesuai bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Ia menekankan keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya makanan yang dibagikan atau tingkat kenyang penerima manfaat, melainkan dari terpenuhinya kebutuhan gizi mereka.

Selain meningkatkan kualitas gizi, Presiden Prabowo mengarahkan agar pelaksanaan MBG memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Sudaryono menjelaskan kebutuhan bahan baku program akan menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan lokal.

"Dengan memberikan gizi, efeknya adalah menyerap ekonomi lokal, khususnya peternak, nelayan, kemudian petani di daerah," kata Sudaryono.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...