Bantah Purbaya, Dirut Agrinas Sebut Tak Tahu Proyek Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Juli 2026, 17:39
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membantah mengetahui rencana pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Joao menyatakan dirinya tidak dapat menjelaskan pernyataan tersebut karena bukan dirinya yang menyampaikan informasi mengenai anggaran pengadaan kipas angin. 

“Tanya sama yang ngomong. Nanti sudah selesai ngomong, nanti saja jelaskan. Biar selesai, kalau sekarang nanti digoreng-goreng,” kata Joao di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (23/7).

Ia juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut pengadaan kipas angin untuk program Kopdes Merah Putih berada di bawah tanggung jawab Agrinas Pangan Nusantara.

Joao menyatakan bakal terlebih dahulu mengonfirmasi kepada Purbaya. “Nanti saya tanya ke Pak Menkeu, Kemenkeu sudah kasih uang belum? Saya belum merasa,” ujarnya.

Joao mengatakan dirinya hanya mengetahui isu pengadaan kipas angin dari pemberitaan media. Ia juga menyatakan belum pernah mengikuti rapat yang secara khusus membahas pengadaan kipas angin untuk Kopdes Merah Putih. “Saya tidak diajak ngomong, saya gak tahu, dia ngomong sendiri. Tanya sama yang ngomong dong,” kata Joao.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya menyatakan pengadaan kipas angin untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berada di bawah tanggung jawab Agrinas Pangan Nusantara.

Purbaya menyatakan belum mengetahui secara rinci informasi yang beredar mengenai anggaran pengadaan kipas angin tersebut. Menurut Purbaya, pengelolaan manajemen dan pengadaan Kopdes Merah Putih menjadi kewenangan Agrinas Pangan Nusantara.

“Saya tidak tahu, nanti saya cek. Koperasi (Kopdes) itu tanggung jawabnya Agrinas (Pangan Nusantara), kami hanya bayar cicilannya saja. Manajemen dan segala macam di sana (Agrinas Pangan Nusantara),” kata Purbaya saat menjawab pertanyaan awak mdia di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (23/7).

Purbaya mengatakan Kemenkeu membayar cicilan utang modal Kopdes dari Bank BUMN. Cicilan itu dibayarkan lewat alokasi dana desa yang dianggarkan APBN. “(Kami bayar) cicilan utang ke bank setiap tahun,” ujarnya.

Polemik pengadaan kipas angin sebelumnya mencuat dalam rapat Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 15 Juli 2026. Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam bertanya kepada Ferry isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin Kopdes dengan nilai mencapai sekitar Rp 1,8 triliun.

"Kami juga mencari informasi ke pihak-pihak terkait, juga tidak berani jawab. Maka pada kesempatan ini, kami ingin tanya kepada Pak Menteri," kata Mufti.

Menurut Mufti, berdasarkan pengamatannya di marketplace, harga satu unit kipas angin seharusnya bisa lebih murah, yakni sekitar Rp 338 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pengadaan kipas angin tersebut bukan menjadi kewenangan Kementerian Koperasi. "Soal kipas angin, ini saya tidak tahu karena pengadaannya bukan di kami," kata Ferry.

Namun Ferry mengatakan anggaran pengadaan bisa mencapai Rp 1,8 triliun karena satu unit kipas angin seharga sekitar Rp 11 juta. "Saya tidak tahu persis. Tetapi rasanya angka yang ada itu, kalau bentuk kipas anginnya yang model Imatsu MDF itu harganya di Shopee Rp 11 juta,” ia menambahkan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...