Prabowo Panggil Mendiktisaintek hingga Bos Danantara, Bahas Program Strategis

Mela Syaharani
27 Juli 2026, 13:59
Prabowo, Mendikti, Danantara
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (ketiga kanan), Seskab Teddy Indra Wijaya (kanan) bersiap menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa (20/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (27/7). Presiden dan menteri-menteri akan membahas program strategis pemerintah.

Berdasarkan pantauan Katadata, hingga berita ini ditulis terdapat empat pejabat yang memasuki kompleks Istana Kepresidenan. Mulai dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Brian Yuliarto, Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, serta CTO BPI Danantara Sigit Puji Santosa.

“Saya belum tahu (membahas apa), dipanggil jam 13.00. Nanti kita lihat, ya tentunya terkait dengan program-program strategis,” kata Brian saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (27/7).

Menurut Brian, Presiden Prabowo Subianto selalu berpesan bahwa universitas harus membantu seluruh program strategis. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan lebih lanjut program-program yang dimaksud.

“Tapi saya sudah siapkan data bagaimana program kampus kita siap mem-backup dari segi kajian, penelitian, sebab Bapak Presiden menginginkan agar setiap kebijakan memerlukan data yang valid,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah salah satu topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Universitas Republik Indonesia (URI), dia membantahnya.

“Bukan, sepertinya,” ucapnya.

Sementara itu, Rosan enggan berkomentar banyak terkait pertemuan tersebut.

Universitas Republik Indonesia

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melantik Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan dan Profesor Yos Sunitiyoso masing-masing sebagai Gubernur URI dan Wakil Gubernur URI.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keppres Nomor 80B tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. 

“Kepada masing-masing diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” demikian penjelasan dalam Keppres tersebut.

URI merupakan kampus baru yang disebut akan fokus mencetak calon pemimpin nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembentukan lembaga pendidikan ini terinspirasi dari sejumlah negara. 

Ia mencontohkan Prancis memiliki kampus pencetak pemimpin nasional melalui École nationale d'administration (ENA) yang kini menjadi Institut national du service public (INSP). 

"Beberapa negara itu punya lembaga-lembaga pendidikan yang emang khusus itu mempersiapkan calon-calon pemimpin," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7) dikutip dari Antara. 

Prasetyo mengatakan, URI bisa mendidik calon pejabat, petinggi badan usaha milik negara, hingga kepala daerah.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...