Bea Cukai Tanjung Priok Perkuat Edukasi Kepabeanan untuk Akademisi dan UMKM

Try Surya Anditya
Oleh Try Surya Anditya - Tim Publikasi Katadata
19 Agustus 2026, 13:56
bea cukai
Dok. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kegiatan edukasi Bea Cukai Tanjung Priok mempertemukan teori kepabeanan yang dipelajari mahasiswa PKN STAN dengan praktik di lapangan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bea Cukai Tanjung Priok memperluas edukasi kepabeanan dan cukai kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari mahasiswa, instansi pemerintah, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap prosedur ekspor-impor sekaligus mendorong kelancaran perdagangan internasional.

Salah satu kegiatan tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan academic visit mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik kepabeanan di lapangan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Priok, Niko Budi Dharma, mengatakan pemahaman mengenai proses bisnis kepabeanan perlu diperkuat melalui pengalaman langsung.

"Kegiatan academic visit menjadi sarana efektif untuk mengenalkan pelaksanaan tugas Bea Cukai secara langsung. Interaksi ini menghubungkan materi akademik dengan realitas lapangan, mulai prosedur ekspor dan impor, pengawasan barang bawaan penumpang hingga isu-isu strategis kepabeanan," ujar Niko dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Edukasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

(Dok. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai)

 

Selain mengikuti sesi kelas dan diskusi, mahasiswa PKN STAN melakukan field trip ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka melihat secara langsung proses pengawasan serta pemeriksaan fisik barang di salah satu pelabuhan utama Indonesia.

Perwakilan PKN STAN, Ahmad Firdiansyah, mengapresiasi keterbukaan Bea Cukai Tanjung Priok dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari aktivitas kepabeanan secara langsung.

"Bea Cukai Tanjung Priok memiliki peran dan aktivitas kepabeanan yang sangat besar. Pengalaman serta ilmu yang diperoleh secara langsung di lapangan ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, terutama untuk memahami proses pemeriksaan fisik barang yang selama ini hanya dipelajari secara teori di kelas," ungkap Ahmad.

Dorong UMKM Masuk Pasar Global

Edukasi kepabeanan juga menyasar pelaku usaha melalui Pelatihan Manajemen Ekspor dan Impor yang digelar Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan.

Materi yang diberikan mencakup sejumlah aspek penting dalam kegiatan ekspor, mulai dari prosedur market entry, klasifikasi barang berdasarkan Harmonized System (HS) Code, hingga penyampaian dokumen secara elektronik melalui sistem CEISA 4.0.

Menurut Niko, pemahaman mengenai prosedur kepabeanan menjadi salah satu modal penting bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar ke luar negeri. Karena itu, Bea Cukai membuka ruang konsultasi dan asistensi bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

Pendampingan dilakukan antara lain melalui Klinik Ekspor yang melibatkan kolaborasi dengan Bank Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan sektor perbankan.

"Pelaku usaha dan masyarakat tidak perlu ragu untuk berkonsultasi. Seluruh layanan konsultasi dan asistensi kepabeanan diberikan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya (zero cost)," tegas Niko.

Materi edukasi tidak berhenti pada prosedur ekspor secara umum. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai ketentuan membawa barang ke luar negeri sebagai penumpang, aturan bea keluar untuk komoditas tertentu, serta barang yang dilarang atau dibatasi pengirimannya.

Pengetahuan tersebut dinilai penting bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang baru mulai memasuki pasar ekspor. Pemahaman terhadap aturan sejak awal dapat membantu mengurangi potensi kendala administratif maupun teknis ketika barang dikirim ke luar negeri.

Melalui rangkaian edukasi dan asistensi tersebut, Bea Cukai Tanjung Priok berupaya membangun pemahaman kepabeanan yang lebih mudah diakses masyarakat. Pendekatan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat kepatuhan pelaku usaha dan mendukung kelancaran arus barang dalam kegiatan perdagangan internasional.

Bagi kalangan akademisi, kegiatan lapangan memberikan gambaran mengenai praktik kepabeanan yang selama ini dipelajari secara teoritis. Sementara bagi UMKM, akses terhadap konsultasi dan pendampingan dapat menjadi salah satu bekal untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar global.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...