Eks Waka BGN Sebut Nanik S Deyang Bawa Nama Presiden untuk Bangun SPPG
Eks Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkapkan Nanik S Deyang memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lodewyk menyampaikan Nanik yang pernah menjabat Ketua BGN kerap menghubunginya terkait pembangunan SPPG tersebut.
Nanik resmi bergabung sebagai Wakil Ketua Bidang Investigasi BGN pada 17 September 2025. Saat itu, Nanik dilantik bersama dengan Wakil Ketua Bidang Operasional BGN Sony Sanjaya.
"Sebelum bergabung dengan BGN, Bu Nanik setiap hari Sabtu telepon saya dan menggunakan namanya presiden untuk bangun SPPG. Saya harus bicara apa adanya di sini biar jelas semuanya ini," kata Lodewyk di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/8).
Sebelum bergabung dengan pemerintahan, Nanik merupakan Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional atau YGSN pada April 2024. Seperti diketahui, YGSN merupakan yayasan yang bersifat sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Presiden Prabowo.
Kabar Nanik memiliki dapur MBG pernah diutarakan eks Waka BGN Sony Sanjaya usai diperiksa Kejaksaan Agung pada Juni 2026. Sony menyebutkan keterlibatan inisial NSD saat BGN membangun 351 dapur SPPG.
"NSD memiliki dapur dari 351 dapur tersebut. Namun NSD telah membeli ompreng dan sebagian peralatan dapur sebelum bangunan SPPG terbangun," kata Krisna Murti, kuasa hukum Sony kepada Katadata.co.id, Senin (22/6).
Krisna mengatakan kliennya seharusnya mengarahkan NSD agar menyelesaikan pembangunan SPPG sebelum membeli peralatan dapur. Pada saat yang sama, NSD diduga menekan Sony untuk mengganti nama yayasan tempat SPPG tersebut bernaung sebanyak tiga kali.
Krisna menyampaikan penggantian yayasan sebuah SPPG seharusnya dilakukan melalui surat yang sesuai prosedur. Krisna menyampaikan dapur milik NSD tersebut masih belum terbangun dan belum memberikan manfaat dalam program MBG.
"Apakah peralatan dapur tersebut sudah dijual kembali atau masih ada, penyidik akan memeriksa dalam pembuktian," katanya.
Krisna mencatat NSD memiliki beberapa SPPG di beberapa wilayah, antara lain Madiun, Tapos, Bogor, dan Karangasem. Salah satu yayasan yang menaungi salah satu SPPG milik NSD memiliki nama "Merah-Putih".
"Saya harus lihat lagi data dalam Berita Acara Pemeriksaan untuk nama lengkap yayasan tersebut," katanya.
