Arahan Prabowo Tangani Gempa NTT: Air Bersih hingga Bantuan Rp 200 Miliar
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi, Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8).
Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai kondisi penanganan bencana sekaligus memberikan sejumlah arahan untuk mempercepat pemulihan masyarakat dan memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer (km) timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 km.
Guncangan tersebut berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyampaikan hingga saat ini tercatat 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, 179.037 orang mengungsi, serta 81.436 rumah mengalami kerusakan.
Dalam rapat tersebut, terdapat sejumlah poin utama yang menjadi fokus arahan Prabowo, antara lain sebagai berikut:
Pemenuhan Kebutuhan Air
Prabowo meminta jajaranya untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak gempa. Ia mendorong agar pihak instansi dan Pemda terkait memanfaatkan teknologi desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air tawar, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan sumber air seperti Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Prabowo menginstruksikan agar pengembangan tersebut melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Pertahanan (Unhan), TNI, serta fakultas-fakultas teknik. “Saya minta teknologi desalinasi untuk yang kita mampu bangun sendiri jadi segera dikirim ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden mengatakan, pemanfaatan teknologi desalinasi perlu diintegrasikan dengan pengembangan energi yang sesuai dengan potensi wilayah, salah satunya melalui pemanfaatan tenaga surya untuk mendukung kebutuhan energi di daerah yang belum produktif.
"Gunung-gunung yang belum produktif kita bikin PLTS. Berapa gigawatt PLTS di sini untuk sumber energi untuk proyek-proyek ekonomi yang bisa produktif,” ujarnya.
Bantuan Rp 200 Miliar
Prabowo mengatakan, pemerintah akan menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk mendukung penanganan gempa di NTT.
Bantuan tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores, meliputi Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Lumbung Pangan di Setiap Provinsi
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu juga meminta agar setiap provinsi memiliki lumbung pangan sebagai cadangan untuk menghadapi kondisi darurat. Pemerintah pusat akan membantu penyediaan gudang dan persediaan makanan bagi daerah yang belum memiliki cadangan pangan yang memadai. Ketersediaan cadangan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat ketika bencana terjadi.
“Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif, kami (yang) lakukan,” ujarnya.
