Massa Pati Demo DPR Hari Ini, Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset
Katadata/Fauza Syahputra
Suasana arus lalu lintas jelang aksi unjuk rasa di sekitar kawasan Gerbang DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB akan memulai unjuk rasa di depan Gedung DPR pada Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB. Mereka menargetkan unjuk rasa tersebut dihadiri setidaknya 1.000 orang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Humas AMPB Didik Eko Sulistiwan mengatakan demonstrasi tersebut memiliki dua aspirasi, yakni pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset dan implementasi hukuman mati bagi terpidana koruptor.
Menurutnya, kedua aspirasi tersebut berakar pada kesenjangan sosial di masyarakat. Sementara itu, pangkal utama kesenjangan sosial dinilai akibat dari tindak pidana korupsi.
"Jadi, kami meminta hukuman berat pada koruptor. Dengan adanya pengesahan RUU Perampasan Aset, uang-uang hasil korupsi kembali utuh ke masyarakat tanpa dipotong-potong koruptor lainnya," ujar Didik kepada Katadata, Rabu (26/8).
Didik menilai hukuman mati menjadi konsekuensi organik setelah seluruh harta koruptor disita. Menurutnya, hal tersebut lebih baik dibandingkan memaksa negara mengeluarkan anggaran untuk menjaga koruptor hidup di dalam penjara.
Didik menegaskan pihaknya tidak akan menolak ajakan audiensi oleh legislator pada demonstrasi besok. Adapun negosiasi yang dapat ditawarkan pihaknya adalah bukti tertulis bahwa Senayan serius membahas RUU Perampasan Aset.
"Kami minta pernyataan resmi Bapak Habiburokhman terkait pengesahan RUU Perampasan Aset paling lambat disahkan Desember. Jadi, kami minta resmi janji itu dituangkan dalam bukti tertulis," katanya.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menekankan dirinya tidak bisa memastikan berapa peserta demonstrasi besok. Namun dia menjanjikan unjuk rasa tersebut akan dihadiri tidak hanya dari Pati.
"Kami tidak bisa memprediksi berapa ribu orang yang akan melakukan unjuk rasa besok, sebab ini gerakan organik untuk hadir di depan DPR tanpa ada bayaran, iming-iming, dan kepentingan lain," kata Botok di depan Gedung DPR, Rabu (26/8).
Botok mengatakan akan ada 10 bus dari Pulau Kalimantan yang turut melakukan demonstrasi besok. Dia memperkirakan jumlah peserta unjuk rasa dari Borneo akan mencapai ratusan orang.
Dia mengatakan, sebanyak 1.000 demonstran asal Pati akan berangkat ke Ibu Kota menggunakan 15 bus. Menurutnya, lima bus saat ini dalam perjalanan dan 10 bus lainnya akan berangkat dari Pati dalam waktu dekat.
Editor: Ameidyo Daud Nasution
