Menhub: Bandara Atung Bungsu Sumatra Selatan Sudah Bisa Dibuka
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan satu dari delapan bandara yang ditutup imbas erupsi Gunungapi Anak Krakatau sudah bisa kembali beroperasi. Bandara yang dimaksud adalah Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumatra Selatan.
Hal ini tertuang dalam NOTAM Nomor C1107/26 NOTAMC C1105/26, sehingga bandara tersebut bisa beroperasional normal.
"Dari delapan bandara yang kami nyatakan ditutup operasional sementara, satu bandara sudah bisa kami buka. Berdasarkan hasil paper test dinyatakan negatif adalah bandara yang berada di Pagar Alam,” kata Duddy dikutip dari instagram resmi Kementerian Perhubungan, Senin (7/9).
Dia menyebut tadi malam Gunungapi Anak Krakatau kembali mengalami erupsi lagi sehingga menimbulkan debu vulkanik yang baru. Berdasarkan Darwin Volcanic Ash Advisory Center, saat ini kondisi debu relatif belum berubah banyak.
Dudy menghimbau kepada masyarakat agar selalu memantau dan berkoordinasi dengan masing-masing maskapai terkait perjalanan penerbangan.
“Apabila diperlukan untuk beraktivitas di luar rumah tidak lupa juga menggunakan masker. Apabila memang berkaitan dengan perjalanan tidak perlu dipaksakan datang ke bandara, semua fasilitas untuk melakukan pembatalan atau refund bisa dilakukan secara online,” ujarnya.
Kemenhub Koordinasi Intensif dengan Instansi Terkait
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau dan koordinasi intensif bersama dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan juga lembaga terkait lainnya seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, BMKG, dan BNPB terhadap operasional penerbangan.
Berikut daftar tujuh bandara yang masih ditutup pada Senin, 7 September 2026 hingga pukul 18.00 WIB:
- Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) NOTAM Nomor A3373/26 NOTAMR A3368/26
- Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP) NOTAM Nomor A3372/26 NOTAMR A3369/26
- Bandar Udara Radin Inten II (TKG) NOTAM Nomor B1142/26 NOTAMR B1141/26
- Bandar Udara Budiarto (RTO) NOTAM Nomor C1108/26 NOTAMR C1101/26
- Bandar Udara Pondok Cabe (PCB) NOTAM Nomor C1111/26 NOTAMR C1104/26
- Bandar Udara Husein Sastranegara (BDO) NOTAM Nomor C1109/26 NOTAMR C1102/26
- Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (TFY) NOTAM Nomor C1110/26 NOTAMR C1103/26
“Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” kata EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9).
AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
