Prabowo Pimpin Rapat Erupsi Anak Krakatau, Anggaran Bencana akan Ditambah
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat melalui konferensi video untuk memantau penanganan sejumlah bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Prabowo dalam rapat tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta dampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prabowo meminta pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat kemampuan menghadapi bencana karena Indonesia berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Kondisi ini menurutnya membuat berbagai wilayah rentan terhadap bencana alam.
“Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” kata Prabowo saat menyampaikan pengantar pembukaan rapat, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Senin (7/9).
Dalam rapat kali ini, Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.
Prabowo turut menyoroti penanganan karhutla yang menurutnya telah berjalan masif meski masih terdapat sejumlah keterlambatan di lapangan. Lebih jauh, ia meminta Mensesneg Prasetyo Hadi untuk berkoordinasi dengan Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas untuk memperkuat kebutuhan anggaran dan peralatan penanggulangan bencana.
“Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan, kita gunakan prinsip ‘lebih baik lebih dari pada kurang’,” ujar Prabowo.
Presiden mendorong adanya tambahan helikopter, pompa air, dan armada pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan. Pemerintah juga akan menambah ekskavator berukuran kecil di desa-desa yang secara historis menjadi wilayah rawan kebakaran hutan.
Prabowo meminta kabinetnya menyusun rencana induk atau master plan kesiapsiagaan bencana secara menyeluruh dan masif.
Dalam penguatan kapasitas penanganan karhutla, Prabowo juga menyiapkan pemanfaatan kapal induk Giuseppe Garibandi asal Italia yang akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut. Pemerintah akan mengubah kapal tersebut agar dapat berfungsi sebagai kapal induk helikopter dan drone.
Kapal tersebut direncanakan mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Prabowo menyebut helikopter seperti Black Hawk dan Mi-17 memiliki kemampuan membawa sekitar empat hingga lima ton air untuk membantu pemadaman kebakaran dari udara.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengerahan helikopter ke lokasi dengan titik api terbanyak. “Jadi kalau kita punya sepuluh helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak, ini juga akan sangat membantu respons kita,” kata Prabowo.
