Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Akan Meliput Erupsi Anak Krakatau

Desy Setyowati
8 September 2026, 20:58
lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi anak krakatau
Antara
Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) diampingi Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dan Direktur Kesiapsiagaan Noer (kiri-kanan)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Basarnas menyebutkan ada lima jurnalis yang hilang kontak di di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Para wartawan ini berencana meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Total ada tujuh orang yang dalam pencarian. Lima di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance). Sedangkan dua lainnya masih dalam proses pendataan.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan titik lokasi terkini alias share location kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Kepal Kantor SAR Banten Zainal Arifin mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai dengan Selasa (8/9) pukul 18.15 WIB, tim yang bertugas menjangkau sampai dengan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden itu. Ia memastikan tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya penyisiran di lokasi kejadian.

"Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin," kata dia dikutip dari Antara, Selasa malam (8/9).

Dia menjelaskan bahwa proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan tersendiri mengingat posisi kejadian berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berstatus aktif dan fluktuatif.

"Kendala mengingat pencarian di seputaran Gunung Anak Krakatau yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian," ujarnya.

Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata dia.

Direktur Utama Kantor Berita Antara Benny Siga Butarbutar menyampaikan, hingga saat ini, Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA Biro Banten, belum dapat dihubungi.

“Kami turut mendorong agar petugas bisa meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini,” kata Benny Butarbutar dikutip dari keterangan pers, Selasa malam (8/9).

Antara juga telah mendirikan posko siaga media yang terdiri dari iNews (MNC Group) dan merdeka.com untuk koordinasi guna memastikan upaya komunikasi berjalan lancar, sehingga informasi mengenai para pewarta foto yang hilang kontak segera terjawab. 

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pihaknya bersama Polairud, Basarnas, dan TNI terus melakukan pencarian gabungan sejak  menerima informasi hilang kontaknya para pewarta tersebut. Meskipun demikian, Kapolda menyampaikan kondisi alam seperti gelombang yang tinggi serta jarak pandang yang terbatas mengganggu upaya pencarian.  

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...