Dirjen Pajak Endus Kejanggalan Rotasi Pejabat Kemenkeu di Era Purbaya
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengendus adanya kejanggalan terkait perombakan ratusan pejabat yang dilakukan di era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Terakhir, Purbaya melakukan perombakan sekitar 400 orang pejabat, dari tingkat eselon II, eselon III, pejabat noneselon, kepala badan, hingga jajaran direksi Special Mission Vehicle (SMV). Sebagian besar perombakan tersebut mencakup di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Bimo menduga adanya nama-nama "ajaib" yang tidak melewati tahapan sesuai proses semestinya. Meskipun demikian, ia mengaku rotasi yang dilakukan Purbaya juga mendapat andil berupa usulan darinya.
“Itu kan usulan kita, rotasi itu. Cuma memang ada beberapa yang nama-nama 'ajaib' yang tidak ikut proses assessment, talent management,” kata Bimo kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/9).
Ia menyebut hal itulah yang kemudian mendorong dirinya dan Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama, meminta pembatalan perombakan tersebut, lantaran dinilai dapat mengganggu stabilitas internal.
“Itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, karena sinyalnya enggak bagus bagi pasukan yang lain yang ikut susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management,” katanya.
Bimo mengatakan, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan komitmen untuk melaksanakan talent management dengan sebaik-baiknya. Nantinya, pejabat yang tak memenuhi syarat akan dikembalikan ke posisi awalnya.
“Yang enggak memenuhi syarat tadi dibatalkan (dikembalikan ke posisi awal), yang lain-lain tetap,” kata Bimo.
Sebelum dicopot dari posisi menteri keuangan, Purbaya sempat merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan pada Kamis (10/9). Purbaya merombak pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.
Ia menuturkan, perombakan itu merupakan bagian dari rotasi biasa. Purbaya pun membantah rumor yang beredar berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Kemenkeu.
“Terkait mutasi ini, ada isu di TikTok yang menyebutkan ‘Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp 100 miliar untuk posisi tertentu’. Saya bingung dari mana isu itu keluar?” kata Purbaya beberapa waktu lalu.
Dia mengaku bingung, dan membantah isu tersebut. Purbaya pun menanyakan isu tersebut kepada Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Robert Leonard Marbun.
“Saya tanya, beliau (Robert) bilang tidak ada, itu rumor saja. Jadi ini betul-betul professional-based,” klaimnya.
Purbaya menjelaskan, alur rotasi di Kemenkeu yakni berdasarkan usulan, lalu diberi penilaian oleh Sekjen dan dirinya. “Jadi saya panggil eselon I terdekat untuk menilai seperti apa kinerjanya. Kalau bagus ya naik, kalau tidak bagus ya tidak jadi,” kata Purbaya.
