Prabowo Ungkap Alasan Pangkas TKD, Singgung Pemda yang Simpan Uang di Bank
Presiden Prabowo Subianto menyinggung pemerintah daerah (pemda) yang tidak memanfaatkan anggaran dengan optimal. Ia menyebut masih terdapat daerah yang tidak memanfaatkan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Prabowo mencontohkan masih adanya anggaran pemda yang justru tersimpan di perbankan atau tidak dapat digunakan akibat persoalan di tingkat daerah. Ia menegaskan, pemerintah pusat perlu memastikan setiap anggaran negara benar-benar digunakan secara efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini menurutnya mendasari pertimbangan dalam pengelolaan TKD.
“Kadang-kadang aneh, uang oleh pemda itu tidak digunakan. Kita ada bukti. Ditaruh di bank, ada macam-macam. Atau ada konflik antara bupati sama DPR. Antara gubernur sama DPR. Jadi uang sudah kita transfer. Gak dipakai,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9), dikutip dari siaran persnya.
Kepala negara menilai hal ini perlu menjadi perhatian agar anggaran yang disalurkan tepat sasaran sehingga mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menuturkan, pemda memang memiliki kewenangan untuk mengelola anggaran sesuai kebutuhan dan prioritas daerah. Namun penggunaannya harus tetap efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa yang dinilai masih belum sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan kepada daerah.
“Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya? Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Satu miliar (rupiah) selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp 400 juta,” katanya.
Prabowo lantas mempertanyakan efektivitas pemanfaatan anggaran yang selama ini telah disalurkan pemerintah pusat kepada daerah. “Ke mana uang itu?” kata dia. Ia menekankan kebijakan anggaran harus berorientasi pada hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
