Menkeu Suahasil Sebut APBN Tepat Sasaran Selama Dua Tahun Prabowo - Gibran
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tepat sasaran.
Bendahara negara menuturkan, efisiensi yang dilakukan pemerintah pada sejak awal 2025 menjadi salah satu fondasi untuk mengalihkan belanja negara ke program-program yang dinilai lebih berdampak bagi masyarakat.
“Januari 2025, jangan lupa, kita mendapatkan perintah. Ketika itu melakukan efisiensi anggaran dikaliber Rp 306 triliun,” kata Suahasil dalam forum ‘Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita’ di Jakarta, Kamis (8/10).
Suahasil menyebut langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk memperkuat fondasi APBN dan mengarahkannya ke program prioritas pemerintah.
“Dua tahun yang lalu seperti itu, kesannya adalah potong-potong-potong anggaran. Tapi sebenarnya di balik potong anggaran tersebut adalah pijakan fundamental fondasi untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat. Sehingga efisiensi tersebut bisa digunakan untuk program unggulan bagi rakyat,” kata dia.
Suahasil menyebut sejumlah program pemerintah yang mulai berjalan pada 2025 sebagai bagian dari penggunaan anggaran untuk memperkuat fondasi masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Ia memaparkan, di sektor pendidikan, pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, revitalisasi sekolah hingga digitalisasi pembelajaran.
Sekolah Rakyat, kata Suahasil, ditujukan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2, yang mana program tersebut dirancang dengan sistem pendidikan berasrama untuk membantu memutus rantai kemiskinan.
“Jangan ada generasi berikutnya yang harus ter-expose kepada kemiskinan,” kata dia.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Suahasil menggambarkan pelaksanaan program cek kesehatan gratis. Dia mengatakan, sebanyak 70,3 juta masyarakat telah mendapatkan layanan cek kesehatan gratis sepanjang 2025, yang kemudian meningkat menjadi 99,1 juta masyarakat hingga September 2026.
"Tahun ini, sampai dengan bulan September yang lalu (2026), 99,1 juta masyarakat kita, karena kan pulang tahunnya setiap tahun ya, setiap pulang tahun cek kesehatan gratis,” kata dia.
Selain itu, Suahasil menuturkan pemerintah juga melakukan revitalisasi puskesmas dan rumah sakit umum daerah serta melengkapi peralatan kesehatan agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin luas.
Di sisi lain, Suahasil mengatakan fungsi APBN tidak hanya untuk membiayai program pemerintah, tetapi juga sebagai penyangga perekonomian ketika terjadi tekanan dari eksternal.
Dia menyebut APBN harus berfungsi sebagai shock absorber ketika terjadi perubahan kondisi global, seperti ketegangan geopolitik, bencana alam maupun volatilitas harga komoditas.
Menurutnya, APBN harus dijalankan dengan cukup fleksibel dan harus dapat beradaptasi dengan kondisi dunia yang berubah.
“Tapi gak boleh fleksibel dan semau-maunya. Fleksibel, tapi dengan tata kelola yang baik,” katanya.
Di sisi lain, Suahasil juga mengatakan pemerintah tetap berupaya menjaga kredibilitas APBN melalui pengendalian defisit. Untuk 2027, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp 3.435 triliun dengan belanja sekitar Rp 4.100 triliun.
Kemudian, defisit APBN 2027 ditargetkan dijaga sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB), atau tetap di bawah batas 3%.
“APBN-nya harus terus menumbuhkan dan APBN-nya harus terus melindungi masyarakat kita,” kata Suahasil.
