Produksi 438 Kereta, INKA Berutang Rp 1,69 Triliun ke Bank Mandiri

Miftah Ardhian
2 Juni 2017, 20:09
Gerbong Inka
ANTARA FOTO/Siswowidodo
Pembuatan gerbong kereta ekonomi pesanan PT KAI di pabrik PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, 16 Mei 2017.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp 1,69 Triliun kepada PT Industri Kereta Api (INKA). Dana itu akan digunakan utamanya untuk memenuhi pesanan 438 unit kereta dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Direktur PT INKA Agus H Purnomo mengatakan, saat ini kereta yang dimiliki oleh KAI rata-rata berumur lebih dari 30 tahun, bahkan ada yang mencapai umur 50 tahun. Karenanya, kredit sindikasi ini akan digunakan untuk mengganti kereta-kereta lama tersebut.

"Ini arahan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Menteri Perhubungan bahwa kereta di atas umur 30 tahun harus diganti," ujar Agus saat penandatanganan kredit sindikasi tersebut, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/6).

(Baca juga:  Menhub Minta KAI Jual Tiket Tambahan Mudik dengan Kereta Baru)

Dengan adanya kredit sindikasi ini, Agus yakin PT INKA dapat memenuhi seluruh pesanan dari KAI. Rencananya, setiap bulan, PT INKA akan mengirimkan sekitar 30 kereta baru ini dari pabriknya di Madiun. Targetnya, akhir 2018, seluruh pesanan dari KAI sudah dapat diselesaikan.

Secara keseluruhan, pendanaan sindikasi tersebut merupakan bagian dari kebutuhan PT INKA yang mencapai Rp 7 triliun pada tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan 6 trainset kereta K3 Premium yang akan digunakan untuk mudik lebaran 2017.

Selain itu, INKA juga akan menyelesaikan 10 trainset Kereta Rel Listrik (KRL) Bandara Soekarno-Hatta, 8 trainset Light Rail Transit (LRT) Palembang, dan proyek-proyek lainnya.

Untuk Pasar Ekspor, saat ini lNKA sedang menyelesaikan 250 kereta penumpang pesanan Bangladesh. Di samping Bangladesh, produk kereta PT INKA sudah masuk negara ASEAN sepeni Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Australia.

(Baca juga: Proyek LRT di Tol Cikampek Dihentikan Selama Mudik Lebaran)

Sementara itu, Senior Executive Vice President (SEVP) Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, dari total dana untuk PT INKA tersebut, kontribusi Bank Mandiri adalah sebesar Rp1,19 triliun dan PT SMI sebesar Rp500 miliar. Adapun fasilitas modal kerja sindikasi ini memiliki jangka waktu 20 bulan.

”Kami menyadari angkutan massal yang murah dan tepat waktu sangat diperlukan masyarakat untuk memangkas inefisiensi sehingga dapat menekan biaya produksi ataupun biaya distribusi," ujar Alexandra.

Alexandra menjelaskan, kerja sama tersebut dimaksudkan juga sebagai wujud sinergi tiga BUMN dalam mengakselerasi pengadaan alat transportasi masal yang diyakini akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional demi terciptanya kemandirian ekonomi Indonesia. 

(Baca juga: Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru 53 Persen)

Secara keseluruhan, hingga Maret 2017, realisasi pembiayaan infrastruktur Bank Mandiri mencapai Rp 118,7 triliun. Angka itu naik 26,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari nilai tersebut, pembiayaan pada sektor transportasi mencapai Rp 27,6 triliun. Khusus pada subsektor perkeretapian, pembiayaan yang telah disalurkan hingga Maret 2017 mencapai Rp 4,71 triliun. 

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...