Kasus Positif Corona AS Capai 600 Ribu, Trump Setop Beri Dana ke WHO

AS menilai WHO gagal mendapatkan data yang benar dari Tiongkok, untuk kemudian menjadi pedoman penanganan virus corona. Trump setop pendanaan ke WHO.
Desy Setyowati
15 April 2020, 09:29
Kasus Positif Corona AS 600 Ribu, Trump Ancam Lagi Tarik Dana di WHO
ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barri
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers mengenai wabah virus korona di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Rabu (26/2/2020).

Kasus positif virus corona di Amerika Serikat (AS) tembus 600 ribu orang per hari ini (15/4). Presiden Donald Trump setop memberikan dana untuk menangani pandemi corona ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) .

Trump sempat mengancam akan melakukan hal tersebut pada pekan lalu (8/4). Hari Ini, ia resmi menyetop memberikan dana ke WHO.

“WHO gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab,” kata Trump saat konferensi pers, dikutip dari Reuters, Rabu (15/4). Trump juga menilai, organisasi ini mempromosikan disinformasi dari Tiongkok terkait penyebaran wabah Covid-19.

AS merupakan penderma terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa. Negeri Paman Sam menyumbang lebih dari US$ 400 juta pada tahun lalu, atau sekitar 15% dari anggaran.

Advertisement

(Baca: Kasus Corona di AS Tembus 400 Ribu, Trump dan WHO Saling Balas Kritik)

Penahanan dana oleh AS tersebut pun sudah diperkirakan. Sebab, Trump semakin kritis terhadap WHO ketika krisis kesehatan global terus berlanjut.

Namun, keputusan Trump itu langsung menuai kecaman. “Langkah berbahaya ke arah yang salah, yang tidak akan membuat kita mengalahkan Covid-19 dengan lebih mudah,” kata Presiden Asosiasi Medis Amerika Dr. Patrice Harris.

Perwakilan Demokrat Nita Lowey, yang mengepalai Komite DPR AS juga menilai Trump melakukan kesalahan. “Virus corona tidak bisa dikalahkan di sini, di AS. Itu harus dikalahkan di setiap lokasi, yang mugkin di seluruh dunia," katanya dalam sebuah pernyataan.

(Baca: Belajar dari AS, Pemerintah Perlu Transparan dalam Penanganan Corona)

Sebelumnya, Trump menuduh WHO terlalu lunak terhadap Tiongkok selama pandemi corona. Di satu sisi, dia juga memuji pemerintah Negeri Panda pada Januari lalu, atas tanggapan dan transparansinya dalam menangani Covid-19.

Kendati begitu, ia menilai WHO gagal untuk menyelidiki laporan yang dapat dipercaya dari sumber-sumber di provinsi Wuhan, Tiongkok yang bertentangan dengan Beijing terkait penyebaran virus corona. Data ini kemudian dipakai untuk pedoman dalam mengatasi Covid-19.

Ini bukan pertama kali Trump mengkritik WHO. Dalam anggaran yang diajukan Gedung Putih pada 2021, AS berencana memangkas anggaran untuk WHO dari US$ 122 juta menjadi US$ 58 juta, tetapi keputusan masih harus dibahas dengan Kongres.

Dikutip dari Worldometer, kasus positif virus corona di dunia nyaris menyentuh 2 juta orang. Di AS ada 613.886 kasus, yang 26.047 di antaranya meninggal dunia. Lalu sebanyak 38.820 telah sembuh.

(Baca: Kasus Corona Hampir 20 Ribu, Jokowi Usul ASEAN Bentuk Protokol Bersama

(REVISI: pada judul, pengantar, dan paragraf pertama)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait