Dua Jenis Masker Wajah untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona

Direktur CDC belum bisa memastikan efektivitas masker untuk mencegah virus corona. Warga diimbau mewaspadai gejalanya dan melapor ke pelayanan kesehatan.
Desy Setyowati
2 Februari 2020, 09:28
Dua Jenis Masker Wajah untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi, warga membeli masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Seiring mewabahnya virus corona di beberapa negara, terutama Tiongkok, banyak masyarakat membeli masker wajah. Bahkan, harganya di sejumlah e-commerce naik tajam. Ada dua jenis masker wajah yang dinilai efektif meminimalkan penyebaran virus corona.

Keduanya yakni masker bedah dan N95. “Tetapi, respirator N95 yang paling protektif,” kata Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Vaccine Provider Amerika Serikat (AS) Dr Michael Hall dikutip dari CNET, hari ini (2/2).

Masker bedah biasanya berbentuk persegi panjang dan ada tali pengikat. Masker ini biasa dipakai oleh dokter bedah atau ketika Anda bepergian ke luar rumah.

Tujuan utama masker bedah untuk mencegah cairan bersin atau batuk orang lain masuk ke mulut atau hidung Anda. Namun, ahli virologi mengatakan bahwa masker bedah tidak dapat memblokir virus di udara memasuki tubuh Anda.

Advertisement

Untuk itu, Anda memerlukan respirator atau alat pelindung yang pas dipakai di wajah. Salah satu respirator yakni N95, yang dapat memblokir setidaknya 95% partikel kecil.

Ada beberapa merek yang memproduksi respirator N95 dengan berbagai ukuran. Saat membeli, Anda harus memastikan kemasannya bertuliskan ‘N95’. Sebab, ada beberapa masker yang hanya bertuliskan ‘respirator’.

(Baca: Virus Corona Mewabah, Harga Masker di E-commerce Naik 5 Kali Lipat)

Dr Michael Hall juga meminta pengguna untuk menonton video panduan untuk memahami cara menggunakan N95 dan fungsinya. Hall mengatakan, kuncinya harus memakai respirator N95 dengan kuat di sekitar hidung dan mulut tanpa celah.

Hall menyampaikan, respirator bisa mencegah infeksi virus termasuk corona. “Hanya pada orang yang memakai masker ini dengan benar, dan itu jarang terjadi,” kata Hall.

Orang yang bukan profesional di bidang kesehatan biasanya kesulitan memakai masker N95. Jika Anda menempatkan masker di sisi kanan, itu akan membuat panas dan pengap sehingga banyak orang melepasnya sebelum berfungsi.

Studi lain menunjukkan bahwa masker pernapasan efektif mencegah infeksi virus, tetapi hanya jika dikombinasikan dengan sering mencuci tangan.

Beberapa negara juga merekomendasikan masker N95 untuk menurunkan peluang terkena virus, tetapi hanya jika digunakan dengan benar. Selain itu, Anda harus tetap melakukan tindakan pencegahan lainnya seperti sering mencuci tangan, tidak menyentuh mulut atau hidung, dan menghindari orang sakit lainnya.

Jika Anda tidak memiliki respirator N95, masker bedah sudah cukup. Hall mengatakan bahwa syal atau serat kapas lainnya di sekitar hidung dan mulut juga dapat berfungsi mencegah masuknya percikan cairan.

CDC pun hanya merekomendasikan N95 untuk orang-orang di Tiongkok dan yang akan bepergian ke Negeri Tirai Bambu itu. (Baca: Korban Meninggal Akibat Virus Corona Jadi 304 dan 14.380 Terinfeksi)

Namun, Direktur Center for the National Center for Immunization and Respiratory Diseases Nancy Messonnier meminta agar warga mewaspadai gejala infeksi virus corona. Jika mengalami tanda-tanda itu, ia mengimbau untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan.

Karena itu, ia tidak bisa berkomentar apakah penggunaan masker wajah akan efektif menghindari virus corona. “Kami ingin tindakan kami berbasis bukti dan sesuai dengan keadaan saat ini," kata Nancy.

Berdasarkan pantaun CNET, masker wajah dan respirator N95 sulit ditemukan di Amazon dan Walmart.com sejak 31 Januari 2020. Kalaupun membeli masker bedah, konsumen di AS diimbau mencari yang telah disetujui oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).

Sedangkan di Indonesia, harga masker bedah di beberapa e-commerce meningkat dratis. Di Shopee misalnya, harga 50 masker naik dari Rp 19.500 pada Kamis (30/1) menjadi Rp 125 ribu pada hari ini (2/2) di toko yang sama.

Harga masker N95 yang normalnya Rp 20 ribu per helai dijual dengan harga berkali-kali lipat. Di situs Tokopedia misalnya, harga satuan masker N95 dijual seharga Rp 75 ribu.

Begitu juga di Shopee, harga satuan masker N95 ada yang mencapai Rp 95 ribu. Di Bukalapak, Lazada, dan Blibli harganya mencapai Rp 2 juta per dus yang berisi 20 masker.

Kenaikan harga masker pun terjadi di beberapa apotek di bilangan Jakarta. Idris, seorang petugas di salah satu apotek di Jakarta Selatan mengatakan, permintaan masker N95 meningkat sejak wabah virus corona berkembang. “Ada kenaikan signifikan, hampir 3-4 kali lipat,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Jumat (31/1).

(Baca: WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Bakal Dikarantina di Natuna)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait