Bahas Lapangan Ande-ande Lumut, SKK Migas Panggil Perusahaan Singapura

AWE Holdings Singapore ingin mengubah konsep pengembangan lapangan migas di Natuna tersebut.
Image title
10 Januari 2020, 20:10
Bahas Lapangan Ande-ande Lumut di natuna, SKK Migas Panggil Perusahaan Singapura
Ilustrasi, logo Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam acara Gas indonesia Summit & Exhibition 2019 di JCC, jakarta Pusat (1/8).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berencana memanggil perusahaan asal Singapura, AWE Holdings Singapore Ltd akhir bulan ini. Pertemuan itu membahas revisi pengembangan (PoD) Lapangan Ande-ande Lumut Blok Northwest Natuna.

AWE Holdings Singapore merupakan operator baru lapangan migas tersebut. Anak usaha Mitsui itu mengajukan revisi PoD.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan, AWE berencana mengubah konsep pengembangan dan menambah cadangan baru melalui revisi PoD. Harapannya, SKK Migas memberikan persetujuan secepat mungkin supaya lapangan Ande-ande Lumut segera beroperasi.

(Baca: Kelola Ande-Ande Lumut, AWE Ajukan Revisi PoD ke SKK Migas)

Advertisement

"Kami berharap tetap sama ya (isi dalam PoD), tapi kami harus realistis. Nanti lihat berapa, makanya kami panggil mereka untuk lihat apa yang harus di update dari itu," ujar Jaffee di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, hari ini (10/1).

Jaffee pun bakal mengkaji data terbaru dari AWE Holdings Singapore terkait nilai keekonomian proyek tersebut. Jika proyek Ande-ande Lumut ternyata memiliki nilai keekonomian tinggi, maka SKK Migas akan berdikusi untuk mempertahankan hal itu.

Dengan begitu, operator bisa mengembangkan lapangan migas tersebut dengan nilai keekonomian yang tetap tinggi. "Kalau memang ujung-ujungnya misalnya, keekonomian bisa kami diskusikan. Kami cukup fleksibel karena mencari produksi yang tinggi," katanya.

(Baca: SKK Migas Ingin Percepat Pengembangan Lapangan Ande-Ande Lumut)

Berdasarkan data SKK Migas, proyek Ande-Ande Lumut ditargetkan dapat berproduksi pada Kuartal I 2021. Namun pengembangan lapangan tersebut terhalang, lantaran harga minyak yang rendah.

Alhasil, lapangan Ande-ande Lumut menjadi tidak ekonomis untuk dikembangkan. Sebab, butuh biaya yang besar untuk membangun fasilitas dan injeksi kimia.

Kapasitas produksi yang akan dibangun di proyek itu sekitar 25-40 ribu barel minyak per hari (bopd). Lapangan Ande-ande Lumut ditaksir mengandung cadangan terbukti dan terduga (proved and probable) sekitar 100 juta barel minyak. Lapangan ini ditemukan pada 2000 lalu, kemudian dilakukan pengeboran sumur pada 2006.

(Baca: Santos Lelang Pengerjaan Konstruksi Proyek Ande-Ande Lumut)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait