Menteri Erick Thohir Panggil Enam Direksi BUMN Bahas Ibu Kota Baru

Image title
7 Januari 2020, 20:06
Menteri Erick Thohir Panggil Enam Direksi BUMN Bahas Ibu Kota Baru
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ilustrasi, Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memanggil enam direksi perusahaan pelat merah untuk membahas ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dua di antaranya PT PP dan PT Garuda Indonesia.

Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat menjelaskan, pemindahan ibu kota Indonesia akan melibatkan banyak BUMN. Karena itu, akan ada penanggung jawab di setiap kegiatan supaya lebih fokus.

"Pembahasan tadi dalam rangka pemindahan ibu kota baru. Apa yang harus kami lakukan supaya tidak ketinggalan. Kalau tidak salah, ingin dibentuk PIC," ujar Lukman, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/1).

Hal senada disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal. Namun, ia enggan menjelaskan secara rinci terkait hasil pertemuan itu.

Selain itu, Erick Thohir memanggil empat direksi BUMN lainnya. Di antaranya Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, Direktur Angka Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Hutama Karya Bintan Perbowo, dan Direktur Utama Wijaya Karya (WIKA) Tumiyana.

(Baca: Rencana Induk Ibu Kota Baru Ditarget Rampung Paling Lambat Juli 2020)

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, kementerian ingin kawasan hutan di ibu kota baru tetap dijaga. Hal ini supaya hewan endemik tidak punah. Karena itu, BUMN akan melakukan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) melalui bina lingkungan.

Pertemuan itu juga membahas tentang rencana pembangunan BUMN Centre Tower, yang akan dipindahkan ke Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. "BUMN jadi tim advanced untuk menjaga lingkungan. Peran dalam pembangunan belum dibahas. Tapi pasti nanti ada lah siapa yang masuk," kata Arya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah memilih Sofian Sibarani dan kawan-kawan dari Urban+ untuk merancang ibu kota baru. Mereka mengusung konsep ‘Negara Rimba Nusa’.

(Baca: Pemenang Desain Ibu Kota Baru Terinspirasi Hutan Kalimantan)

Basuki menyebutkan, pemenang desain dipilih bukan hanya berdasarkan karya yang baik, tetapi juga berbeda dengan negara lain. Nantinya, karya dari tiga pemenang pertama akan disinergikan untuk dibuat desain detail ibu kota negara.

"Pemenang kedua, contohnya, demikian kuat di perencanaan gedung dan smart transportation. Itu disinergikan dengan pemenang pertama, yang mengadopsi kearifan lokal," kata dia dikutip dari situs pu.go.id, beberapa waktu lalu (23/12).

Ketiga pemenang akan diajak mengunjungi kawasan ibu kota baru dalam dua pekan ke depan. Hal ini untuk menyesuaikan desain dengan kawasan.

Pemerintah menargetkan penyusunan desain detail selesai pada Kuartal I 2020. Sedangkan pelaksanaan konstruksi fisik di Kecamatan Sepaku, sebagai kawasan IKN baru dimulai pada Kuartal IV 2020.

(Baca: Pemerintah Bangun Jalan & Infrastruktur Dasar di Ibukota Baru 2020)

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait