Pemprov Jakarta Bangun Hotel di TIM, #BubarkanTGUPP Jadi Topik Populer

Sempat viral pejabat DKI Jakarta memarahi seniman saat diskusi terkait revitalisasi TIM. Namun hal itu dibantah oleh pejabat yang bersangkutan.
Desy Setyowati
24 November 2019, 15:42
Pemprov DKI Jakarta bakal membangun hotel bintang lima di TIM, warganet pun meramaikan #BubarkanTGUPP melalui Twitter hari ini
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi, pekerja membongkar bangunan rumah makan di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (1/8).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun hotel bintang lima di Taman Ismail Marzuki (TIM). Namun, beberapa seniman menolak pembangunan tersebut. Terkait hal itu, warganet pun meramaikan #BubarkanTGUPP melalui Twitter hari ini.

Berdasarkan data Trendsmap, tagar tersebut diunggah sekitar 1.800 kali melalui Twitter. Penyebabnya, viral video Deputi Gubernur DKI Bidang Budaya dan Pariwisata Dadang Solihin yang disebut-sebut memarahi seniman saat diskusi bertajuk ‘PJK-TIM mau dibawa ke mana?’ pada Rabu (20/11) lalu.

Video itu diunggah oleh akun Facebook Humor Politik. “Begini cara staf Anies Baswedan sosialisasi tentang renovasi TIM di hadapan seniman senior, pakai cara arogan,” demikian dikutip dari akun Humor Politik pukul 13.56 WIB, kemarin (23/11).

Lantas video itu beredar di Twitter, disertai #BubarkanTGUPP. Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bertugas mengkaji dan menganalisis regulasi, memberikan pertimbangan, saran dan masukan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan gubernur.

Advertisement

(Baca: Kontrak Habis, Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki Setop Operasi Besok)

Padahal, sepengetahuan Dadang tidak ada anggota TGUPP dalam diskusi tersebut. “Tidak ada TGUPP,” kata Dadang kepada Katadata.co.id, Minggu (24/11).

Dadang juga membantah bersikap arogan saat menghadiri diskusi tersebut. Ia menjelaskan, saat itu suaranya sedang ‘berat’ karena sakit. Hal itu lantas diartikan oleh beberapa peserta diskusi sebagai bentuk kemarahan. “Saya tidak marah. Suara saya memang sedang ‘berat’,” katanya.

Ia mengaku tidak ada persoalan dengan para seniman setelah insiden tersebut. Namun, ia mengakui ada beberapa seniman yang menolak pembangunan hotel bintang lima di TIM.

Dadang menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta sudah mulai membangun hotel di TIM. Pembangunan ini pun sudah disosialisasikan kepada beberapa seniman. “Komunitasnya ada beberapa, jadi ada yang terlewat (senimannya),” kata dia.

(Baca: Mirip Lem Aibon, Biaya Konsultan Kampung Kumuh DKI Rp 556 Juta Per RW)

Pembangunan hotel bintang lima tersebut merupakan bagian dari revitalisasi TIM. Dadang menyatakan, sarana ini bertujuan memperkuat ekosistem di TIM. Ia mencontohkan, seniman dari Yogyakarta datang ke TIM pada malam hari, bisa langsung memesan hotel. Hal ini untuk memudahkan seniman.

Revitalisasi TIM dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) atas inisiasi Pemprov DKI Jakarta, dengan alokasi Rp 1,8 triliun. Anggaran itu berasal dari Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Sedangkan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 senilai Rp 200 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama.

(Baca: Pembangunan Infrastruktur di Jakarta Dikebut dalam 10 Tahun )

Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait