Meski Tiket Mahal, Menhub Klaim Penumpang Pesawat Naik Tiga Persen

Tingkat keterisian jumlah penumpang pesawat dari Jakarta menuju beberapa daerah hampir mencapai 100 persen.
Desy Setyowati
26 Mei 2019, 17:16
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Menteri Kesehatan Nila F Moloek meninjau kesiapan Bandara Soekarno-Hatta menyediakan layana untuk mudik lebaran.
Kemenhub
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Menteri Kesehatan Nila F Moloek meninjau kesiapan Bandara Soekarno-Hatta menyediakan layana untuk mudik lebaran.

Harga tiket pesawat yang mahal sempat dikeluhkan masyarakat beberapa waktu lalu. Meski begitu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencatat, pesawat tetap diminati para pemudik.

Hal itu terlihat dari tingkat keterisian jumlah penumpang pesawat dari Jakarta menuju beberapa daerah yang hampir mencapai 100 persen. “Menjelang hari raya Idul Fitri 2019, telah terjadi peningkatan penumpang sekitar dua sampai tiga persen,” ujar dia dalam siaran pers, Minggu (26/5).

Karena permintaan cukup tinggi, ia memperkirakan jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta naik satu persen dari semula1.300 menjadi 1.470. Untuk itu, ia meminta petugas di bandara menyiapkan layanan terkait kegiatan mudik lebaran.

(Baca: Tiket Mahal Menggerus Pendapatan Angkasa Pura I Rp 300 Miliar)

Advertisement

Mengacu pada data Ditjen Perhubungan Udara, puncak arus mudik angkutan udara diprediksi terjadi pada 31 Mei 2019 atau H-5 Lebaran. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 8-9 Juni 2019 atau H+1 dan H+2 Lebaran.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, maskapai usul penambahan 1.609 extra flight. Dengan rincian, 1.563 untuk rute domestik dan 46 rute internasional. Dari 1.609 usulan maskapai untuk extra flight tersebut telah diterbitkan 311 flight approval. Rinciannya, 266 untuk rute domestik dan 45 untuk rute internasional. Ada 12 maskapai yang siap menyediakan layanan angkutan udara dengan total armada 547 unit.

Di satu sisi, ia mencatat bahwa tingkat keterisian penumpang pesawat  dari daerah menuju Jakarta sekitar 60 persen. Ia mengimbau maskapai untuk tarif khusus atau promosi bagi penumpang yang ingin berlibur ke Jakarta. Dengan begitu, okupansi penumpang pesawat dari daerah lain menuju ke Jakarta meningkat.

Langkah tersebut bisa meningkatkan efisiensi bagi maskapai. “Saya menganjurkan kepada maskapai apakah memberikan tarif khusus atau suatu tiket promosi, sehingga kami harapkan maskapai bisa tetap produktif," kata dia.

(Baca: Permintaan Meningkat, Garuda Indonesia Tambah Dua Pesawat Khusus Kargo)

Dia juga melakukan peninjauan ke Bandara Soekarno-Hatta pada hari ini (26/5). Tim Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara pun melakukan uji kelayakan atau rampcheck terhadap pesawat secara acak (random).

Berdasarkan tinjauan tersebut, menurut Budi, semua pesawat memenuhi persyaratan untuk terbang. “Mudik lebaran kali ini, semua pesawat laik untuk terbang. Namun demikian, saya mengimbau kepada maskapai dan operator bandara untuk melakukan segala Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Otoritas Bandara dengan baik," ujarnya.

Pada kesempatan itu, hadir juga Menteri Kesehatan Nila F Moloek yang meninjau posko kesehatan di terminal penumpang Bandara Soekarno-Hatta. Ada 17 posko kesehatan  di Bandara Soekarno-Hatta dan dua di Bandara Halim Perdana Kusuma. Kemenhub, Kemenkes dan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menyelenggarakan tes narkoba terhadap pilot yang dilakukan secara random.

(Baca: Harga Tiket Turun, Garuda Pangkas Rute Domestik dan Internasional)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait