554 Caleg Tak Serahkan Laporan Dana Kampanye, Perindo Terbanyak

Sebanyak 554 caleg yang belum melaporkan dana kampanye berasal dari 10 partai politik.
Dimas Jarot Bayu
3 Mei 2019, 21:37
Sebanyak 554 caleg yang belum melaporkan dana kampanye berasal dari 10 partai politik.
ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Anggota KPPS mencatat perolehan suara saat penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di TPS 77 Pondok Jaya, Cipayung, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada 554 calon anggota legislatif (caleg) yang tidak menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) hingga hari ini (2/5). Sebanyak 554 caleg tersebut berasal dari 10 partai politik.

Caleg dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan yang paling banyak tidak melaporkan LPPDK kepada KPU, yakni 222 orang. Posisi kedua ditempati oleh PPP sebanyak 194 caleg. Padahal, batas waktu penyerahan laporannya hari ini (2/5).

Kemudian, ada 119 caleg dari Partai Demokrat yang tidak menyerahkan LPPDK kepada KPU. Caleg dari Berkarya yang tidak melaporkan LPPDK ke KPU sebanyak tujuh orang. Ada empat caleg dari Golkar yang tidak menyerahkan LPPDK.

(Baca: KPU Siapkan Sanksi Bila Peserta Pemilu Tak Laporkan Dana Kampanye )

Caleg dari PKB dan Hanura yang tidak menyampaikan LPPDK masing-masing tiga orang. Lalu, masing-masing satu caleg dari PDIP, PSI, dan Garuda tidak menyerahkan LPPDK. Seluruh caleg dari PKS, Nasdem, Gerindra, PKPI, PAN, dan PBB bahkan tidak menyerahkan LPPDK ke KPU.

Meski begitu, seluruh partai politik telah menyerahkan LPPDK kepada KPU. Dari laporan tersebut, PDIP memiliki penerimaan dan pengeluaran dana kampanye paling besar selama Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Penerimaan dan pengeluaran dana kampanye PDIP tercatat Rp 345 miliar.

Golkar memiliki penerimaan dan pengeluaran dana kampanye sebesar Rp 307 miliar. Lalu, Nasdem berhasil menggalang dana kampanye sebesar Rp 259 miliar. Dana yang digunakan Nasdem mencapai Rp 232 miliar, sehingga saldo akhirnya Rp 27 miliar.

(Baca: Total Dana Kampanye Pileg 2019 Gerindra Mencapai Rp 134,7 Miliar)

Dana kampanye yang diterima maupun dikeluarkan Perindo sebesar Rp 228 miliar. Demokrat tercatat memiliki penerimaan dan pengeluaran dana kampanye Rp 189 miliar. Lalu, PAN menerima dan mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 169 miliar.

PKS tercatat menerima dan mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 150 miliar. Kemudian PKB menerima dana kampanye Rp 142,3 miliar. Pengeluaran dana kampanye PKB sebesar Rp 141 miliar selama Pileg 2019, sehingga saldo akhirnya Rp 1,3 miliar.

(Baca: Banyak Disumbang Pengusaha, Dana Kampanye Jokowi Capai Rp 600 Miliar)

Gerindra tercatat menerima dan mengeluarkan dana kampanye Rp 134,7 miliar. Dana kampanye yang diterima dan dikeluarkan PBB sejumlah Rp 117 miliar. Lalu, Berkarya tercatat menerima dan mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 107,1 miliar. PSI menerima dan mengeluarkan dana kampanye Rp 84,6 miliar. PPP telah menggalang dan mengeluarkan dana kampanye senilai RP 76 miliar.

Lalu, dana kampanye yang diterima dan dikeluarkan Hanura sebesar Rp 49,4 miliar. PKPI tercatat menerima dan mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 6,2 miliar. Penerimaan dan pengeluaran dana kampanye paling kecil berasal dari Garuda, yakni Rp 3,4 miliar.

Selain partai politik, kedua pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 melaporkan LPPDK ke KPU. Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki penerimaan dana kampanye sebesar Rp 594,8 miliar. Pengeluaran dana kampanye pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 mencapai Rp 549,2 miliar, sehingga saldo akhirnya Rp 5,5 miliar.

Lalu, pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki penerimaan dana kampanye Rp 213,2 miliar. Dana kampanye yang dikeluarkan Prabowo-Sandiaga selama Pilpres 2019 mencapai Rp 211,4 miliar. Dengan begitu, saldo akhir yang dimiliki Prabowo-Sandiaga Rp 1,8 miliar.

(Baca: BPN Bantah Dana Hasil Jual Saham Sandiaga untuk Kebutuhan Kampanye)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait