Bekraf Targetkan Transaksi Gim di Pameran Amerika Capai Rp 420 Miliar

Pada tahun lalu, transaksi yang dihasilkan lewat ajang tersebut mencapai US$ 15 juta.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
5 Maret 2019, 19:04
Bekraf
Bekraf
Penandatanganan kerja sama Bekraf dengan pemerintah daerah di Bali, Rabu (8/11).

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali ikut serta dalam pertemuan industri gim, Game Connection di San Fransisco, Amerika Serikat (AS) pada 18-22 Maret nanti. Kali ini, Bekraf menargetkan transaksi atas produk gim lewat ajang ini mencapai US$ 30 juta atau sekitar Rp 420 miliar.

Pada tahun lalu, transaksi yang dihasilkan lewat ajang tersebut mencapai US$ 15 juta. "Asosiasi game meminta kami untuk ikut serta lagi. Mereka menargetkan (transaksi mencapai) US$ 30 juta," ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik di Jakarta, Selasa (5/3).

Untuk mencapai target tersebut, Bekraf bakal menampilkan produk gim buatan Indonesia dalam satu wadah khusus di ajang tersebut. "Kami siapkan paviliun Indonesia yang besar untuk menarik investor," kata dia. Sementara pemasarannya menjadi tanggungan para peserta.

(Baca: Rilis Edisi Terbaru, Ragnarok Kolaborasi dengan Gim Lain)

Game Connection 2018 merupakan salah satu perhelatan gim internasional terbesar di dunia, yang telah berlangsung selama 13 tahun. Selain sebagai ajang pameran produk gim, acara ini mempertemukan para praktisi mulai dari developer, publisher, investor, hingga media di seluruh dunia.

Indonesia sendiri baru mengikuti ajang tersebut pada 2018 lalu. Menurut Ricky, keikutsertaan Indonesia dalam Game Connection lebih efektif untuk meningkatkan penjualan dibanding Tokyo Game Show. Sebab, Game Connection bersifat business to business (BtoB). Sedangkan Tokyo Game Show bersifat business to costumer (BtoC).

Di samping itu, menurutnya pelaku usaha gim di Indonesia masih dalam tahap berkembang, sehingga sulit jika harus menawarkan produk langsung ke konsumen. Oleh sebab itu, Bekraf bersemangat untuk turut serta kembali dalam ajang Game Connection.

Apalagi, melalui ajang tersebut, pelaku usaha gim Indonesia bisa bertemu dengan para investor. Bila pada tahun lalu Bekraf mengirim delapan peserta ke Game Connection. Kali ini, 10 pengembang gim diberangkatkan ke AS. Agate Studio menjadi salah satu peserta yang kembali ikut dalam ajang tersebut.

(Baca: Pengembang Gim Agate Bidik Pasar BUMN)

Dalam laman resmi Asosiasi Games Indonesia (AGI), delegasi industri gim yang bakal ikut Game Connection mengatasnamakan diri mereka Archipelageek. Selain Agate, peserta yang bakal hadir adalah Masshive Media, GameLevelOne, SEMISOFT, Everidea Interactive, CIAYO Games, Megasus Infotech, Wisageni Studio, Arsanesia, dan GameChanger Studio

Tahun lalu, Lentera lewat gim 'Ghost Parade' telah menandatangani perjanjian  kerja sama dengan Aksys untuk pendistribusian gim, baik di komputer maupun PlayStation 4. "Ini membuktikan gim lokal bisa berkompetisi di pasar global dan dapat dinikmati oleh pemain gim di seluruh dunia," demikian dikutip dari laman AGI.

Reporter: Michael Reily

Video Pilihan

Artikel Terkait