Harga Minyak Anjlok karena Pasar Khawatir Kerusuhan di AS

Pasar khawatir kerusuhan di AS semakin menekan permintaan minyak. Harga minyak pun anjlok pada perdagangan pagi, hari ini.
Image title
1 Juni 2020, 08:30
Harga Minyak Anjlok karena Pasar Khawatir Kerusuhan di AS
KATADATA
Ilustrasi kilang minyak

Harga minyak mentah dunia anjlok pada perdagangan pagi, hari ini (1/6). Salah satu penyebabnya, pasar khawatir akan kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), terkait kematian warga kulit hitam, George Floyd.

Dikutip dari Bloomberg per Pukul 08.12 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2020 turun 0,95% menjadi US$ 37,48 per barel. Sedangkan, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2020 turun 1,18% ke level US$ 35,07 per barel.

Pasar khawatir, kerusuhan di AS akan menghambat peningkatan permintaan minyak. Padahal, pasar mulai optimistis terhadap harga minyak seiring dengan rencana negara-negara pengekspor minyak (OPEC) memperpanjang pemangkasan produksi.

"Rumor tentang pemotongan produksi tambahan dan tanggal pertemuan sebelumnya membuat pasar optimistis," kata Analis Senior di Price Futures di Chicago Phil Flynn dikutip dari Reuters, Senin (1/6).

Advertisement

(Baca: Tensi AS-Tiongkok Meningkat, Harga Minyak Jatuh Ke Level US$ 31)

Rusia tidak keberatan jika pertemuan dilakukan pada 4 Juni. Aljazair, yang saat ini memegang kursi kepresidenan OPEC, juga mengusulkan agar pertemuan dimajukan dari rencana awal 9-10 Juni.

Sejak bulan lalu, OPEC dan Rusia (OPEC+) telah memangkas ekspor minyak secara signifikan. Hal ini sejalan dengan kesepakatan mereka untuk memotong produksi 9,7 juta barel per hari mulai Mei.

Kebijakan tersebut direspons positif pasar, karena akan mengimbangi penurunan permintaan akibat pandemi corona. Namun, kini pasar mengkhawatirkan kerusuhan di AS.

(Baca: Permintaan BBM Belum Pulih, Harga Minyak Turun ke Level US$ 33)

Kerusuhan bahkan meluas ke 25 kota lainnya. Di antaranya Beverly Hills, Los Angeles, Denver, Miami, Atlanta, Chicago, Louisville, Minneapolis, St. Paul, Rochester, Cincinnati, Cleveland, Columbus, Dayton, Toledo, Eugene. Kemudian, Portland, Philadelphia, Pittsburgh, Charleston, Columbia, Nashville, Salt Lake City, Seattle, dan Milwaukee.

Secara keseluruhan, protes yang berujung kerusuhan itu setidaknya terjadi di 30 kota di Negeri Paman Sam. Di Atlanta, demonstran membakar kendaraan termasuk milik polisi, di dekat CNN Center.

Di New York, para pengunjuk rasa dan polisi bentrok di luar Barclays Center dengan para pemrotes melemparkan botol dan lebih banyak lagi pada petugas kepolisian New York. Di Washington D.C, ratusan demonstran berkumpul di depan Departemen Kehakiman, kemudian berbaris menuju Gedung Putih sambil meneriakkan "Black lives matter" dan "I can't breathe" yang menggambarkan kata-kata ketika Folyd sekarat.

Protes di luar Gedung Putih sempat menyebabkan gedung itu dikunci. Namun, kini Secret Service telah membuka kembali pintu masuk dan keluar Gedung Putih untuk staf dan media.

(Baca: 25 Kota di AS Berlakukan Jam Malam Akibat Meluasnya Kerusuhan)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait