Lion Air Angkut Penumpang Lagi Mulai Hari Ini, namun Ada Syarat

Lion Air kembali angkut penumpang mulai hari ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penumpang. Citilink juga berencana terbang lagi hari ini.
Desy Setyowati
1 Juni 2020, 09:11
Citilink dan Lion Air Angkut Penumpang Lagi Mulai Hari Ini
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Ilustrasi, sejumlah armada pesawat Lion Air Group terparkir di Apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020).

Maskapai Lion Air Group, yang terdiri dari Lion Air, Wings Air, dan Batik Air kembali mengangkut penumpang mulai hari ini (1/6). Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penumpang sebelum melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

Ada tiga jenis penumpang yang diperbolehkan melakukan perjalanan dengan pesawat. Pertama, orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta. Kedua, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau orang yang keluarga intinya  sakit keras atau meninggal dunia.

Terakhir, repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal. (Baca: Grup Lion Air Berhenti Terbang hingga 31 Mei 2020)

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Surat ini memuat tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan pandemi corona.

Advertisement

“Operasional Lion Air Group tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan penerbangan,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dikutip dari siaran pers, kemarin (31/5).

Untuk orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta, ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. Pertama, menunjukkan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN),  Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal pejabat setingkat eselon II.

Kedua, menunjukkan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), lembaga non pemerintah, dan lembaga usaha yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Kantor. Ketiga, surat keterangan uji tes Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil tes negatif yang berlaku tujuh hari atau surat keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan.

(Baca: Pembatasan Penerbangan di 19 Bandara Diperpanjang hingga 7 Juni)

Keempat, surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test/rapid test. Kelima, bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah/kepala desa setempat.

Keenam, identitas diri. Terakhir, melaporkan rencana perjalanan seperti jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasan, serta waktu kepulangan.

Bagi pasien atau orang yang keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia, ada lima syarat yang harus disiapkan. Pertama, identitas diri. Kedua, surat keterangan kematian sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketiga,surat keterangan rujukan rumah rakit untuk pasien atau orang sakit keras. Keempat, surat keterangan uji tes  RT-PCR. Kelima, surat keterangan bebas gejala seperti influensa.

(Baca: Syarat Berliku Penumpang Pesawat hingga Lion Air Berhenti Terbang)

Sedangkan pekerja migran Indonesia, WNI dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah, ada lima hal yang harus dipenuhi. Pertama, identitas diri.

Kedua, surat keterangan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) atau Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Ketiga, surat keterangan dari Universitas atau Sekolah bagi mahasiswa dan pelajar.

Keempat, surat keterangan uji tes RT-PCR. Kelima, memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku tentang repatriasi PMI, WNI dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan dengan alasan khusus oleh Pemerintah.

Selain itu, calon penumpang wajib memperhatikan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (Pemda). (Baca: Garuda Indonesia Kandangkan 70% Pesawat Selama Pandemi Corona)

Sesampainya di bandara, ada tujuh proses yang harus dilalui calon penumpang Lion Air Group. Pertama, tiba empat jam sebelum keberangkatan. Kedua, menunjukkan dokumen atau berkas kelengkapan.

Ketiga, menunjukkan surat tugas sesuai instansi, surat keterangan sebagaimana dipersyaratkan. Keempat, mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (electronic Health Alert Card/ e-HAC) sebelum berangkat.

Kelima, mengenakan masker sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat hingga mendarat dan keluar dari bandar udara. Keenam, mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer).

Kelima, mengikuti aturan jarak aman (physical distancing). Keenam, menjaga kebersihan selama berada di dalam pesawat. Ketujuh, membawa hand sanitizer sendiri.

PT Citilink Indonesia Tbk juga berencana kembali mengangkut penumpang mulai hari ini. Saat ini, maskapai tersebut tengah mempersiapkan prosedur layanan penerbangan dalam tatanan normal baru atau new normal pandemi Covid-19.

"Proses ini merupakan bagian dari kepedulian Citilink untuk kesehatan dan keselamatan penumpang, serta bagian dukungan Citilink bagi kebijakan pemerintah," kata Direktur Utama Citilink Juliandra, akhir pekan lalu (29/5).

(Baca: Siapkan Prosedur New Normal, Citilink Angkut Penumpang Lagi 1 Juni)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait