MRT Ubah Jadwal Operasional saat PSBB Transisi Jakarta Mulai Hari Ini

MRT Jakarta juga membatasi jumlah penumpang menjadi hanya 62-67 orang per gerbong. Pengguna diimbau untuk tidak berbicara selama di kereta.
Desy Setyowati
8 Juni 2020, 07:25
MRT Ubah Jadwal Operasional Selama PSBB Transisi Mulai Hari Ini
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Ilustrasi, penumpang menaiki kereta MRT di Stasiun Bunderan HI, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

PT MRT Jakarta mengubah jadwal operasional Moda Raya Terpadu (MRT) selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai hari ini (8/6). Jumlah penumpang pun dibatasi 62-67 orang per gerbong.

Perubahan jadwal operasional tersebut dalam rangka persiapan pembukaan kembali transportasi publik selama PSBB masa transisi. “Berbagai langkah kami persiapkan, termasuk perubahan jadwal operasional kereta dan stasiun,” ujar Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dikutip dari siaran pers, akhir pekan lalu (6/6).

Ia memastikan bahwa seluruh protokol kesehatan akan diterapkan dengan baik. Dengan begitu, pengguna jasa MRT Jakarta dapat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas dan mobilitas sehari-hari di masa PSBB transisi.

“Kami meminta para pengguna jasa untuk mematuhi semua protokol yang berlaku ketika menggunakan layanan MRT Jakarta,” katanya. (Baca: Masa Transisi PSBB, Kendaraan Umum Bisa Beroperasi hingga Jam 22.00)

Mulai hari ini, jam operasional pada hari kerja dibuka sejak Pukul 05.00 WIB sampai 21.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan, dibuka sejak Pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Waktu tunggu antarkereta (headway) pada hari kerja dibagi menjadi dua bagian. Pertama, tiap lima menit pada jam sibuk yakni 07.00 WIB-09.00 WIB dan 17.00 WIB-19.00 WIB. Kedua, tiap 10 menit untuk jam non-sibuk yaitu 05.00 WIB-07.00 WIB, 09.00 WIB-17.00 WIB, dan 19.00 WIB-21.00 WIB.

Sedangkan pada akhir pekan, jarak kedatangan kereta yakni setiap 20 menit. (Baca: Pemerintah Kaji Subsidi Bagi Operator Transportasi Saat Normal Baru)

Jumlah penumpang juga dibatasi 62-67 orang per gerbong, atau 390 orang per rangkaian kereta. Namun, kereta khusus wanita ditiadakan selama PSBB masa transisi.

MRT Jakarta juga menyiapkan marka antrean di dalam stasiun dan kereta, termasuk melakukan simulasi pelaksanaan ‘lonjakan’ jumlah penumpang. Ini untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah penumpang selama PSBB masa transisi.

Perusahaan pun akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh, mewajibkan penumpang memakai masker, dan mengedukasi pengguna untuk selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan, serta tidak berbicara.

(Baca: Anies Minta Masyarakat Ikut Awasi Pelaksanaan PSBB Transisi Pertama)

Video Pilihan

Artikel Terkait