Rekor Baru, Kasus Corona di Dunia Naik 212 Ribu Lebih dalam Sehari

Penambahan kasus positif corona menyentuh rekor baru pada kemarin. Paling banyak dari AS, Brasil, dan India.
Desy Setyowati
5 Juli 2020, 15:11
Rekor Baru, Kasus Corona di Dunia Naik 212 Ribu Lebih dalam Sehari
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
Ilustrasi, petugas medis mengambil sampel darah warga saat rapid test massal di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020).

Organisasi kesehatan dunia ((WHO) melaporkan, kasus positif virus corona bertambah 212.326 orang dalam sehari pada Sabtu (4/7). Penambahan pasien terinfeksi Covid-19 ini menyentuh rekor baru.

Peningkatan terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India. Rekor sebelumnya terjadi pada 28 Juni, dengan penambahan 189.077 kasus baru dalam 24 jam. “Kematian stabil sekitar 5.000 sehari,” demikian tertulis pada laporan WHO, dikutip dari Reuters, Minggu (5/7).

Data Worldometers menunjukkan, kasus positif corona mencapai 11.387.499 pada Pukul 14.59 WIB. Dari jumlah ini, 533.631 di antaranya meninggal dunia dan 6.445.410 telah sembuh.

Kasus positif corona terbanyak terjadi di AS dengan 2.935.982 kasus. Sebanyak 132.318 di antaranya meninggal dunia, dan 1.260.472 sudah sembuh.

Advertisement

(Baca: WHO Setop Uji Coba Kombinasi Obat HIV untuk Pasien Covid-19)

Posisi kedua ditempati oleh Brasil dengan 1.578.376 kasus. Sebanyak 64.365 meninggal dunia, dan 978.615 sembuh.

Rusia menempati urutan ketiga dengan 674.515 kasus. Disusul oleh India 674.312, Peru 299.080, dan Spanyol 297.625 kasus.

Sedangkan Indonesia menempati posisi ke-27 dengan 62.142 kasus. (Baca: Positif Corona RI Bertambah 1.301 Kasus, Terbanyak dari Jatim & Sulsel)

Kendati jumlah kasus positif virus corona terus bertambah, WHO menghentikan uji coba penggunaan hidroksiklorokuin dan klorokuin untuk mengobati pasien terinfeksi Covid-19. Hari ini, percobaan menggunakan kombinasi obat HIV lopinavir/ritonavir juga disetop.

Alasannya, penggunaan obat-obat itu tak efektif mengurangi angka kematian akibat virus corona. “Hasil uji coba sementara ini menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin dan lopinavir/ritonavir menghasilkan sedikit atau tidak ada pengurangan kematian pasien Covid-19,” kata WHO dalam pernyataan resminya.

AS pun memutuskan untuk menghentikan uji coba penggunaan hidroksiklorokuin dan lopinavir/ritonavir. Hal ini berdasarkan rekomendasi komite pengarah uji coba internasional (trial’s international steering committee).

(Baca: WHO: Uji Coba Pengobatan Virus Corona Menunjukkan Data yang Positif)

Sedangkan remdesivir untuk penanganan pasien terinfeksi Covid-19 masih digunakan dengan syarat. Sebab, obat buatan Gilead ini terbukti mempersingkat waktu pemulihan pasien di rumah sakit.

Sekadar informasi, ada lima cabang pendekatan pengobatan pasien terjangkit corona. Cabang ini di antaranya perawatan standar, remdesivir, hidroksiklorokuin, lopinavir/ritonavir, dan lopinavir/ritonavir yang dikombinasikan dengan interferon.

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, hampir 5.500 pasien di 39 negara dilibatkan untuk uji coba pengobatan terkait virus corona. WHO menargetkan hasilnya dapat diketahui dalam dua pekan.

(Baca: Peneliti Hong Kong: Kombinasi 3 Obat Efektif Atasi Sakit Corona Sedang)

Selain itu, ada 18 kandidat vaksin virus corona yang diuji coba kepada manusia sejauh ini. Hampir 150 orang yang ikut percobaan masuk tahap pengembangan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait