Satgas Covid-19: Lima Kota di Jakarta Masuk Zona Merah Corona

Ada lima kota di Jakarta yang masuk zona merah corona. Bahkan, status Kepulauan Seribu naik dari zona hijau menjadi daerah berisiko sedang terpapar corona.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
28 Juli 2020, 16:50
Satgas Covid-19: Lima Kota di Jakarta Masuk Zona Merah Corona
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ilustrasi, kendaraan melintas di kawasan Jalan Benyamin Sueb, Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Ada lima kota di DKI Jakarta yang masuk zona merah pandemi corona. Kelima daerah itu yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

“Relatif dari lima kota di DKI Jakarta, semua risiko tinggi atau merah. Hanya Kepulauan Seribu yang risikonya sedang,“ kata Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (28/7).

Pada pekan sebelumnya, hanya Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yang masuk zona merah. Namun, jumlahnya bertambah menjadi lima per 26 Juli lalu.

Kepulauan Seribu pun sebelumnya zona hijau. “Sekarang, sudah menjadi risiko sedang,” kata Wiku.

Zona merah merupakan wilayah dengan risiko penyebaran virus corona yang tinggi. Sedangkan oranye, daerah yang risiko terpapar coronanya sedang.

Lalu, zona hijau merupakan wilayah tanpa kasus positif corona. Kemudian, zona kuning yang berarti penyebaran virus di daerah tersebut rendah.

Wiku menjelaskan, kasus virus corona di Jakarta mencapai 2.679 orang. Jumlahnya meningkat 799 dibandingkan sepekan sebelumnya yang hanya 1.880 orang.

Berdasarkan kelompok usia, 80% penderita corona di Jakarta berumur 18-59 tahun. Sedangkan 80% korban yang meninggal dunia akibat corona di ibu kota berusia di atas 45 tahun.

"Artinya, penularan bisa terjadi di kelompok usia relatif produktif. Korban meninggal justru pada usia lanjut," kata Wiku.

Jika merujuk pada jenis kelamin, persebaran kasus positif antara laki-laki dan perempuan di Jakarta relatif sama. Sebanyak 52,13% penderita corona merupakan laki-laki, sementara 47,87% perempuan.

Walau demikian, kasus kematian akibat corona di Jakarta masih didominasi oleh laki-laki. "Korban meninggal dunia yang laki-laki 61,26%, sedangkan perempuan 38,74%," kata dia.

Atas dasar itu, Wiku meminta agar persoalan kasus corona di Jakarta bisa menjadi perhatian seluruh pihak. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bisa memperbaiki kondisi ini, sehingga kasus positif dan kematian akibat corona bisa menurun.

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait