Makanan Khas dan yang Tidak Boleh Dimakan saat Imlek

Perayaan Imlek identik dengan setidaknya delapan kuliner. Selain itu, ada beberapa kuliner yang pantang dimakan seperti bubur dan daging.
Desy Setyowati
12 Februari 2021, 10:03
Makanan Khas dan yang Tidak Boleh Dimakan saat Imlek
ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Umat Konghucu beribadah malam perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di Wihara Boen San Bio, Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/2/2021).

Imlek atau Tahun Baru Cina identik dengan setidaknya delapan kuliner yang dianggap membawa keberuntungan dan keberkahan. Selain itu, ada makanan yang pantang dimakan saat perayaan.

Dikutip dari China Highlights, kuliner khas saat imlek yakni kue keranjang, ikan, pangsit, lumpia, bola-bola manis, mi panjang, jeruk, ayam atau bebek. Makanan ini disajikan selama 16 hari mulai dari malam tahun baru sampai festival lampion.

Sedangkan makanan yang pantang dimakan saat imlek yakni bubur, lobster, berwarna putih, dan daging saat sarapan.

Makanan khas dan pantangan itu bukan tanpa alasan. Berikut rincian makna di balik kuliner spesial saat Imlek:

1. Kue Keranjang

Di Tiongkok, camilan ini dikenal dengan kue beras ketan atau niángāo. Ini bermakna harapan atas pendapatan atau posisi yang lebih tinggi.

Dikutip Supchina.com, pada awalnya kue keranjang disajikan untuk para dewa dan leluhur. Namun, kini berkembang menjadi hidangan untuk seluruh anggota keluarga dan tamu yang hadir dalam perayaan tahun baru.

Kue keranjang umumnya disusun bertingkat dari yang paling besar hingga terkecil sebagai simbol rejeki dan kemakmuran yang meningkat. Penganan ini terbuat dari campuran tepung terigu dan telur.

KUE KERANJANG JELANG IMLEK
KUE KERANJANG JELANG IMLEK (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

2. Ikan

Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut yú yang terdengar seperti 'surplus'. Makanan ini dianggap melambangkan rezeki yang berlimpah.

Di Indonesia, biasanya masyarakat etnis Tionghoa menyajikan ikan bandeng. Umumnya diolah menjadi otak-otak atau dihidangkan utuh dari kepala hingga ekor dengan berat minimal tiga kilogram agar dapat disantap oleh seluruh anggota keluarga.

Dikutip dari China Highlights, ada beberapa aturan dalam menyajikan ikan saat Imlek.  Kepala harus menghadap tamu terhormat. Setelah tamu itu makan, yang lain baru bisa menikmatinya.

Ikan tidak boleh dipindahkan. Kedua orang yang berhadapan dengan kepala dan ekor harus minum bersama, karena dianggap membawa keberuntungan.

3. Pangsit

Kuliner ini melambangkan kekayaan. Umumnya, terdiri dari daging dan sayuran cincang halus yang dibungkus dengan adonan tipis dan elastis.

4. Lumpia

Makanan ini melambangkan harapan untuk kemakmuran, karena tampilannya yang digoreng keemasan. Ini merupakan hidangan Tahun Baru Imlek yang populer di Tiongkok Timur, seperti Jiangxi, Jiangsu, Shanghai, Fujian, Guangzhou, Shenzhen, Hong Kong.

5. Bola-bola manis

Bentuknya yang bulat melambangkan kebersamaan. Di Indonesia, ada juga manisan yang disuguhkan dalam kotak segi delapan yang dikenal sebagai tray of togetherness atau prosperity box. Ini melambangkan kebahagiaan dan kejujuran.

6. Mi Panjang

Kuliner ini melambangkan kebahagiaan dan umur panjang.

7. Jeruk

Perayaan Imlek identik dengan buah-buahan seperti jeruk, yang dianggap sebagai keberuntungan dan kekayaan. Ini karena bentuknya yang bulat dan keemasan.

8. Ayam atau bebek

Kuliner ini biasanya disajikan utuh, yang dianggap menggambarkan keutuhan keluarga dan bahagia. Ayam atau bebek juga menjadi simbol udara yang memiliki arti kesetiaan dan ketaatan.

Sedangkan makanan yang pantang dimakan saat Imlek di antaranya:

1. Pangsit asinan kubis

Pada saat malam tahun baru, memakan pangsit isi kubis dan lobak memang menjadi tradisi. Ini karena menyiratkan bahwa kulit akan menjadi cerah dan suasana hati lebih lembut.

Namun, kuliner ini pantang dimakan saat festival musim semi. Itu karena menyiratkan masa depan yang buruk dan sulit.

2. Bubur

Saat Imlek, masyarakat etnis Tionghoa tidak memakan bubur. Bentuknya yang lembek dan berair dianggap pengharapan yang buruk. Selain itu, makanan ini dinilai melambangkan ekonomi sulit.

3. Memakan daging saat sarapan

Daging tidak boleh dimakan saat sarapan untuk menghormati dewa, yang diyakini menentang pembunuhan hewan. Masyarakat etnis Tionghoa percaya, semua dewa keluar untuk bertemu dan mengucapkan selamat Tahun Baru satu sama lain.

4. Lobster

Dikutip dari Delish, lobster pantang dimakan saat Imlek karena melambangkan kemunduran. Ini karena cara bergerak lobster yang mundur.

5. Makanan berwarna putih

Kuliner berwarna putih dianggap membawa kesulitan, karena melambangkan kematian. Makanan ini bisa berupa tahu, telur, dan keju putih.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait