Menteri ESDM Pastikan Api di Kilang Balongan Sudah Padam

Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan api di Kilang Balongan sudah padam. Saat ini, Pertamina tengah melakukan pendinginan untuk mengantisipasi kebakaran kembali.
Desy Setyowati
3 April 2021, 14:46
Menteri ESDM Pastikan Api di Kilang Balongan Sudah Padam
ANTARA FOTO/Humas Pertamina/Priyo Widianto/Handout/DA/wsj.
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api di lokasi insiden terbakarnya tangki penyimpan BBM di Kilang Balongan RU VI, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (31/3/2021).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan api di tangki Kilang Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah padam. Saat ini dilakukan pendinginan.

"Alhamdulillah, api sudah bisa dipadamkan," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Indramayu, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Sabtu (3/4).

Meski begitu, Pertamina masih terus melakukan pendinginan di tangki yang terbakar. Ini bertujuan menurunkan temperatur agar tidak menimbulkan api kembali.

Apalagi, ia mencatat bahwa empat tangki Kilang Balongan sebenarnya sudah padam. Namun, selang beberapa jam, api muncul kembali. Ini karena minyak yang tersisa masih panas dan berkontak langsung dengan udara.

Namun ia memastikan bahwa kebakaran di empat tangki sudah bisa diatasi dan padam.

Sebelumnya, GM PT Pertamina RU VI Balongan Hendri Agustian membenarkan bahwa api sebenarnya sudah padam pada Kamis (1/4). Namun, api kembali muncul dan membakar satu tangki T-301H pada malam hari.

“Itu karena ada pergerakan busa di atas tangki dan anginnya kencang. Ini membuat udara masuk dan berkontak dengan minyak yang panas,” kata Hendri, Jumat (1/4).

Sebagaimana diketahui, tangki di kilang minyak atau Refinery Unit (RU) VI Balongan meledak dan terbakar pada Pukul 00.45 WIB, Senin (29/1) lalu. Produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kilang ini disalurkan melalui Terminal BBM (TBBM) Balongan, TBBM Cikampek, dan TBBM Jakarta Group (Plumpang dan Tanjung Priok) yang terhubung dengan fasilitas pipa berdiameter 16 inci dan panjang 228 kilometer.

Insiden itu berdampak pada penyaluran gas dari Blok ONWJ atau Offshore North West Java. Sebanyak 10 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas untuk operasional kilang menjadi tersendat.

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina. Dari koordinasi tersebut, penghentian pengaliran diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu.

Dari mitigasi yang telah SKK Migas lakukan, dampak kebakaran tangki di Kilang Balongan tidak akan berdampak pada produksi minyak nasional. Hal ini lantaran hulu migas memiliki tangki yang cukup untuk menampung produksi. "Berdasarkan perkiraan awal, hulu migas tidak terganggu," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3).

Reporter: Antara
Video Pilihan

Artikel Terkait