Jadi Penyumbang Utama, Ekspor Industri Pengolahan Kuartal I Rp 567 T

Nilai ekspor industri pengolahan US$ 38,96 miliar pada kuartal I. Kemenperin menilai, ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia gencar menyasar pasar internasional meski ada pandemi corona.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
19 April 2021, 10:11
Jadi Penyumbang Utama, Ekspor Industri Pengolahan Kuartal I Rp 567 Triliun
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi manufaktur

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor industri pengolahan US$ 38,96 miliar atau sekitar Rp 567,4 triliun pada kuartal I. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri ini konsisten menjadi kontributor utama ekspor nasional.

Hal itu juga berarti bahwa sektor manufaktur tetap agresif menyasar pasar internasional meski ada pandemi corona. “Sektor ini menjadi kontributor terbesar terhadap nilai ekspor nasional, yakni 79,66%,” kata Agus dalam siaran pers, akhir pekan lalu (19/4).

Nilai ekspor sepanjang kuartal I tersebut tumbuh 18,06% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Khusus pada Maret, pertumbuhannya 33,45% yoy dan 22,27% dari Februari (month to month/mtm) menjadi US$ 14,84 miliar atau Rp 216,1 triliun.

Advertisement

“Indonesia belum pernah mencapai angka (pada Maret) itu sebelumnya. Jadi, sangat wajar kalau hasil ini tecermin ke kinerja ekspor dan impor industri pengolahan,” kata Agus.

Ia mengatakan, perbaikan kinerja sektor industri terasa sejak awal tahun. Ini tecemin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia di level 53,2 pada Maret. Ia menyampaikan, ini merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Dia optimistis hal itu akan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, peningkatan nilai ekspor industri pengolahan sejalan dengan sasaran implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Angka-angka itu menunjukkan bahwa langkah-langkah yang pemerintah ambil untuk mendorong recovery ini menuai hasil yang baik. Tentunya saya tidak ingin lengah, karena pemulihan butuh waktu,” ujar Agus.

Ia pun mendorong masyarakat untuk meningkatkan penggunaan produk industri dalam negeri sehingga membantu perekonomian nasional. “Ini akan mempercepat pemulihan ekonomi, termasuk menghidupkan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM),” ujar dia.

Juru bicara Menteri Perindustrian Febri Hendri menambahkan, tingginya tingkat kepercayaan pelaku industri dan masyarakat, serta mulai pulihnya ekonomi di beberapa negara akan mendorong ekspor Indonesia.

“Saya menekankan bahwa Kementerian Perindustrian akan berusaha mempertahankan tren positif ini. Insentif fiskal yang sudah ada melalui Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) akan terus kami genjot. Tidak menutup kemungkinan, pemerintah bakal meluncurkan insentif baru khususnya menyambut Lebaran,” kata dia.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait