BPJS Kesehatan Uji Coba Sistem Global Budget pada 4 RS di Bali

BPJS Kesehatan menguji coba sistem global budget di 70 rumah sakit. Empat di antaranya di Kabupaten Klungkung, Bali. Bagaimana manfaatnya?
Desy Setyowati
25 September 2021, 12:22
bpjs kesehatan, rumah sakit, bpjs,
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengoperasikan ponselnya saat antre di Kantor Cabang Jakarta Pusat, Jumat (28/5/2021).

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan menguji coba sistem global budget di empat rumah sakit di Kabupaten Klungkung, Bali. Ini untuk mengatasi tantangan keseimbangan antara mutu dan biaya pelayanan.

Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mahlil Ruby menyampaikan, global budget merupakan salah satu sistem pembayaran rumah sakit. Ini berdasarkan besaran anggaran atau biaya dari hasil negosiasi yang disepakati oleh kedua pihak, untuk jangka waktu tertentu.

Besaran anggaran itu mempertimbangkan jumlah pelayanan dalam kurun waktu tiga tahun sebelumnya, rencana yang akan dilakukan, dan kinerja rumah sakit yang bersangkutan.

Selain kepastian anggaran, sistem global budget dinilai memberikan fleksibilitas bagi rumah sakit dalam mengelola dan merestrukturisasi anggaran sesuai prioritas kebutuhan. Selain itu, ada keleluasaan dalam improvisasi pemanfaatan biaya pelayanan kesehatan demi meningkatkan kualitas layanan medis bagi para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Mahlil menambahkan, sistem tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan sistem pembayaran kepada rumah sakit. Namun tetap mengacu kepada INA CBGs atau sistem pengelompokan penyakit berdasarkan ciri klinis yang sama dan sumber daya yang digunakan dalam pengobatan.

Sebelumnya, uji coba dilakukan di 70 rumah sakit di 13 kabupaten dan kotamadya. Empat di antaranya di Kabupaten Klungkung.

Keempatnya yakni RSUD Klungkung, RSUD Gema Santi, RSU Bintang, dan RSU Permata Hati. RSU Graha Bakti Medika berencana menyusul.

Kabupaten Klungkung menjadi salah satu yang menguji coba sistem global budget, karena dinilai memiliki kesiapan dan komitmen terhadap Program JKN-KIS.

Mahlil berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah (pemda) menghasilkan pengembangan sistem global budget tersebut. Dengan begitu, bisa berdampak kepada kemudahan peserta dalam mengakses pelayanan kesehatan Program JKN-KIS.

“Kami berharap sistem pembayaran fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit dapat berjalan lancar, sehat, serta seimbang dengan peningkatan mutu pelayanan,” kata Mahlil dalam keterangan resmi, dikutip dari Antara, Sabtu (25/9).

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menilai, untuk mencapai taraf kesuksesan dalam pemberian layanan berkualitas, perlu ada sinergi dan komitmen dari semua pihak.

“Dengan dimulainya implementasi sistem global budget ini, kami mendukung upaya layanan kesehatan berbasis promotif, preventif dan edukatif dalam rangka mendorong perilaku dan gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Semua pihak terkait diharapkan memiliki pemikiran yang sama,” ujar Suwirta.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait