Kian Diminati, Ribuan Pelanggan Pakai Pembangkit Listrik Matahari Atap

Pengguna pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap mencapai ribuan per Oktober. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS atap 3,6 gigawatt (GW) pada 2025.
Image title
1 Desember 2021, 10:10
listrik, plts atap, plts, pembangkit listrik
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Petugas melakukan perawatan panel surya di atap Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Pemerintah menyatakan minat pasar terhadap penggunaan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap terus meningkat per bulan. Jumlahnya mencapai 4.399 pelanggan per Oktober.

Total kapasitas PLTS atap yang digunakan oleh ribuan pelanggan itu 42,39 mega watt peak (MWp).

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Chrisnawan Anditya mengatakan, pemerintah terus berupaya mengejar target bauran energi terbarukan 23% pada 2025. Salah satu caranya, mengembangkan PLTS Atap secara masif.

Ia mencatat, pengguna PLTS atas untuk sektor industri mencapai 40 per Oktober. Ia menilai, ini menunjukkan tingginya minat pelaku usaha untuk beralih menggunakan energi terbarukan.

Advertisement

"Total kapasitas (pemakaian PLTS atap untuk industri) 13,2 MWp," kata Chrisnawan dalam acara Indonesian – German Renewable Energy Day 2021 (RE Day), Selasa (30/11).

Di sektor komersial dan bisnis, jumlah pelanggan PLTS atap mencapai 351. Secara keseluruhan, total pelanggan PLTS atap dari semua sektor mencapai 4.399 dengan kapasitas 42,39 MWp.

Chrisnawan menyampaikan, capaian kapasitas tersebut memang masih jauh dari target yang ditetapkan di luar RUPTL 2021 - 2030. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS atap 3,6 gigawatt (GW) pada 2025.

Untuk menarik minat pelanggan, pemerintah merevisi aturan mengenai pemanfaatan PLTS atap. Salah satu poin yang diubah yakni mengenai ekspor dan impor listrik PLTS.

Aturan itu diatur dalam Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap yang Terhubung Pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum. Regulasi ini ini ditetapkan pada 13 Agustus dan diundangkan 20 Agustus.

Permen ESDM tentang pemanfaatan PLTS Atap bertujuan memperbaiki pelaksanaan Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT PLN. Ini sebagaimana telah diubah dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 16 Tahun 2019.

"Di aturan itu, kami memberikan insentif untuk mendorong masyarakat berpartisipasi. Salah satunya dengan menerapkan net metering," katanya.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait