Pasien Covid-19 Omicron Pertama di AS dan Korea Sempat ke Afrika

AS dan Korea Selatan mengumumkan kasus pertama virus corona varian Omicron pada Rabu (1/12) waktu setempat. Pasien di kedua negara ini sempat lawatan ke Afrika.
Desy Setyowati
2 Desember 2021, 09:23
amerika, korea selatan, omicron, virus corona, covid-19
ANTARA FOTO/REUTERS/Ahn Young-joon/Pool /FOC/sa.
Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara, Sung Kim dan Noh Kyu-duk, Perwakilan Khusus Korea Selatan untuk Uru Perdamaian dan Keamanan Semenanjung Korea, menghadiri pengarahan setelah pertemuan mereka di sebuah hotel di Seoul, Korea Selatan, Minggu (24/10/2021).

Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan mengumumkan kasus pertama virus corona varian Omicron pada Rabu (1/12) waktu setempat. Pasien di kedua negara ini sempat lawatan ke Afrika.

Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), dua dari lima kasus itu adalah pasangan yang sudah divaksinasi penuh. Mereka dinyatakan terpapar varian Omicron setelah tiba dari Nigeria, Afrika Barat, minggu lalu.

Tiga kasus lainnya adalah dua kerabat dan satu orang teman dari pasangan tersebut.

Advertisement

Dikutip dari Reuters, kasus harian Covid-19 di Korea Selatan mencapai 5.123 kasus pada Rabu (1/12) atau menyentuh rekor. Lonjakan kasus dimulai pada awal November setelah negara itu melonggarkan pembatasan.

Kini, dengan adanya varian Omicron, Korea Selatan didorong menghentikan rencana pelonggaran pembatasan lanjutan pada Senin (6/12).

Pemerintah juga mengonfirmasi bahwa konferensi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang diharapkan bisa menarik lebih dari 700 orang ke Seoul minggu depan, akan diadakan secara online.

Negara tersebut sudah menggelar vaksinasi hampir 92% orang dewasa. Mereka kini berfokus pada vaksinasi anak-anak dan program booster.

AS juga mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 varian Omicron di California. Pasien sempat melakukan perjalanan dari Afrika Selatan ke San Francisco pada akhir November (22/11).

“Ia dinyatakan positif virus corona pada 29 November. Orang tersebut telah divaksinasi lengkap dan mengalami gejala ringan, dan membaik saat ini," kata penasihat medis kepresidenan Dr. Anthony Fauci dikutip dari CNN Internasional, Rabu (2/12).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC pun merilis pernyataan bahwa kemunculan varian Omicron baru-baru ini menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19, termasuk booster.

"Setiap orang berusia lima tahun ke atas harus divaksinasi dan booster direkomendasikan untuk semua orang yang berumur 18 tahun ke atas,” kata Fauci.

Ia juga menyarankan pemerintah tidak menunggu vaksin Covid-19 yang sesuai dengan varian baru Omicron. “Orang-orang berkata, 'Nah, jika kita akan memiliki vaksin khusus booster, haruskah kita menunggu?'” ujarnya. “Saya tidak akan menunggu.”

Fauci menyampaikan, vaksin Covid-19 mRNA dua dosis cukup untuk melindungi diri selama enam bulan. Sedangkan vaksin Johnson & Johnson dua bulan.

“Kami mungkin tidak memerlukan booster khusus varian. Kami sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa kami membutuhkan dorongan yang sangat spesifik dan itulah yang dilakukan,” katanya.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait