Moderna Target Vaksin Booster Khusus Varian Omicron Siap Maret 2022

Moderna mengumumkan akan segera memproduksi vaksin booster khusus melawan varian Omicron. Produsen vaksin Covid-19 ini bakal mengajukan izin penggunaan kepada otoritas di AS pada Maret 2022.
Image title
3 Desember 2021, 08:37
Vaksin Covid-19, Moderna, virus corona, omicron, covid-19, vaksin corona
ANTARA FOTO/Fransisco Carolio
Vaksin Covid 19 Moderna

Moderna mengumumkan akan segera memproduksi vaksin booster khusus melawan varian Omicron. Produsen vaksin Covid-19 ini bakal mengajukan izin penggunaan kepada otoritas Amerika Serikat (AS) pada Maret 2022.

Presiden Moderna Stephen Hoge menilai, vaksin booster yang mengandung gen khusus untuk melawan mutasi varian Omicron merupakan cara tercepat untuk mengantisipasi melemahnya efikasi vaksin sebelumnya.

"Kami sudah memulai pembuatan vaksin itu," kata Hoge dikutip dari Reuters, Jumat (3/12).

Moderna juga tengah membuat vaksin multiguna yang bisa dipakai untuk mengantisipasi empat varian virus corona berbeda, termasuk Omicron. Namun butuh beberapa bulan untuk dapat diuji coba.

Advertisement

Hoge menyampaikan, proses pembuatan vaksin Covid-19 khusus Omicron itu bisa memakan waktu sampai empat bulan. Ini karena ada syarat panduan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) yang mewajibkan tahap uji klinis sebelum mendapat izin.

"Vaksin booster khusus Omicron, secara realistis, tidak akan siap sebelum Maret 2022 dan mungkin lebih realistis di kuartal II, kecuali jika FDA mengubah panduan perizinan," ujar Hoge.

Ia menyampaikan, dilihat dari pola mutasinya, varian Omicron mengurangi efikasi vaksin. Dia memperkirakan ada dampak lain jika terpapar virus corona jenis ini.

Namun, ia belum mengetahui besarnya penurunan efikasi vaksin dalam melawan varian Omicron. Ia menduga, penurunannya cukup signifikan.

"Mutasi yang sebelumnya bisa membuat efikasi vaksin menurun, terlihat pada varian Delta dan Beta. Semua mutasi itu kini muncul di Omicron," kata dia.

Dia mengatakan, perusahaan tengah menguji apakah orang yang sudah divaksin penuh dengan Moderna masih terlindung dari varian Omicron.

"Saya yakin vaksin yang ada saat ini masih bisa, paling tidak memperlambat, jika tidak menghentikan sepenuhnya, varian Omicron," ujar dia.

Sebelumnya, Pusat Pengendelian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC) mengatakan bahwa kasus pertama varian Omicron ditemukan di California pada Rabu (1/12).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukan Omicron dalam kategori varian yang diwaspadai atau varian of concern. Para ilmuwan masih meneliti bagaimana pola penularan varian ini dan apakah gejala yang ditimbulkan oleh Omicron lebih parah dibanding lainnya dan kekebalannya terhadap vaksin.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait