BNPB-Rumah Zakat Beri Bantuan ke Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

BNPB memberikan bantuan logistik tahap awal total Rp 1,1 miliar untuk warga terkena dampak erupsi Gunung Semeru. Selain itu, ada beberapa lembaga seperti Rumah Zakat.
Desy Setyowati
5 Desember 2021, 10:40
gunung semeru, erupsi, erupsi gunung semeru, bencana, bnpb
ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.
Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar terlihat dari Pos Pantau, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (17/1/2021).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan mengirimkan bantuan dalam rangka penanganan darurat pasca-erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12). Selain itu, ada beberapa lembaga yang memberikan bantuan.

Pengiriman bantuan logistik tahap pertama tersebut bersamaan dengan kehadiran Tim Reaksi Cepat (TRC), serta perwakilan kementerian dan lembaga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto tiba di Bandar Udara Juanda, Surabaya pada Minggu (5/12) Pukul 08.00 WIB. Ia langsung bertolak menuju Kabupaten Lumajang melalui jalan darat untuk meninjau lokasi terkena dampak erupsi Gunung Semeru.

“Bantuan yang diberikan pada tahap awal nilainya Rp 1,1 miliar,” demikian dikutip dari keterangan pers, Minggu (5/12),

Advertisement

Bantuan yang diberikan berupa:

  1. Makanan siap saji 1.374 paket
  2. Lauk pauk 1.377 paket
  3. Selimut 2.000 lembar
  4. Matras 900 lembar
  5. Masker KF 94 20 ribu
  6. Dua unit tenda pengungsi

Selain itu, ada bantuan dari berbagai pihak guna penanganan korban erupsi Gunung Semeru, di antaranya:

  1. Lauk pauk 60 paket
  2. Tambah gizi 60 paket
  3. Selimut 200
  4. Family kids 20 paket
  5. Kids ware 20 paket
  6. Sembako 300 paket
  7. Terpal 20 lembar
  8. Kantong mayat 10 lembar
  9. Masker kain 10 ribu
  10. Masker medis 10 ribu
  11. Masker KF 94 2.000
  12. Perlengkapan bayi
  13. Karung 1.000
  14. Beras 500 kilogram
  15. Mi instan 50 dus

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaporkan telah mengirim bantuan logistik, peralatan dan mobil operasional.

Selain itu, ada bantuan dari Dinas Kesehatan dan Pusat Krisis Kesehatan Provinsi Jatim. Ini terdiri dari:

  1. Masker 10 ribu
  2. Satu unit tenda 4 x 4
  3. Sepatu boat 1 lusin masing-masing 12
  4. Kaca mata google 10
  5. Sarung tangan karet 36 pasang

Kemudian, Satgas PMI Erupsi Gunung Semeru mengirimkan bantuan berupa:

  1. Hygiene kit 200 kotak
  2. Terpal 50 lembar
  3. Selimut 200 lembar
  4. Matras 100 unit
  5. Masker bedah 50 ribu lembar
  6. Masker kain 20 ribu lembar
  7. Face shield 2.000 unit
  8. Tenda pleton 6 unit
  9. Tangki air kapasitas 5.000 liter 2 unit
  10. Pakaian baru 350

Selain itu, Rumah Zakat mengirimkan bantuan berupa:

  1. 1.660 Paket Kornet Superqurban
  2. Masker medis
  3. Masker Respirator
  4. Generator
  5. Lampu Emergency Lapangan
  6. APD Tim
  7. Radio komunikasi
  8. Oksigen
  9. P3K

Dinas Sosial Kabupaten Lumajang juga membuka dapur umum di Lapangan Kamar Kajang. 

Sedangkan sebaran awas panas guguran berdampak pada dua kecamatan, yakni:

  1. Kecamatan Pronojiwo: Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang
  2. Kecamatan Candipuro: Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur

Selain itu, terdapat delapan kecamatan dan beberapa desa yang terkena dampak abu vulkanik. Ini meliputi:

  1. Kecamatan Ampelgading pada Desa Argoyuwono
  2. Kecamatan Tirtoyudo pada Desa Purwodadi dan Desa Gadungsari
  3. Kecamatan Pagelaran pada Desam Clumprit
  4. Kecamatan Wajak pada Desa Bambang
  5. Kecamatan Kepanjen pada Desa Panggungrejo dan Mojosari
  6. Kecamatan Dampit pada Kelurahan Dampit
  7. Kecamatan Bantur pada Desa Bantur dan Rejosari
  8. Kecamatan Turen pada Desa Talok

BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan 902 warga mengungsi yang tersebar di beberapa titik kecamatan, antara lain:

305 orang mengungsi di beberapa fasilitasi pendidikan dan balai desa di Kecamatan Pronojiwo. Rinciannya sebagai berikut:

  1. SDN Supiturang 04 ± 80 orang
  2. Masjid Baitul Jadid Dsn. Supiturang ± 50 orang
  3. SDN Oro-Oro Ombo 3, ± 20 orang
  4. SDN Oro-Oro Ombo 2, ± 35 orang
  5. Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng Desa Oro-oro Ombo ± 20 orang
  6. Balai Desa Oro-Oro Ombo ± 40 orang
  7. Balai Desa Sumberurip ± 25 orang
  8. SDN Sumberurip 2, ± 25 orang

Sebagian masyarakat mengamankan diri di rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus, Desa Oro-Oro Ombo.

Selain itu, ada 409 pengungsi di lima titik balai desa di Kecamatan Candipuro, yakni:

  1. Balai desa Sumberwuluh
  2. Balai desa Penanggal
  3. Balai desa Sumbermujur
  4. Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh
  5. Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh

Kemudian, ada 188 orang mengungsi di empat titik yang terdiri dari rumah ibadah dan balai desa di Kecamatan Pasirian, dengan rincian:

  1. Balai desa Condro
  2. Balai desa Pasirian
  3. Masjid Baiturahman Pasirian
  4. Masjid Nurul Huda Alon-alon Pasirian

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait