RI Targetkan Kerja Sama Manufaktur dengan Belarusia Tahun Ini

Kemenperin melanjutkan diskusi dengan Belarusia soal kerja sama di bidang manufaktur. Dua perusahaan asal negara di Eropa itu tengah mencari mitra.
Image title
21 Januari 2022, 08:41
manufaktur, kemenperin, industri, mobil,
ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROHO
Pekerja merakit mesin mobil di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan sedang menyelesaikan penyusunan konsep kerangka kerja sama bilateral dengan Kementerian Perindustrian Belarusia. Ada beberapa sektor manufaktur yang akan terjalin lewat kemitraan ini.

Sektor yang dimaksud komponen otomotif, kimia hulu, dan agro. Konsep kerja sama itu akan tertuang dalam Letter of Intent (LoI) yang ditargetkan ditandatangani oleh perwakilan Indonesia dan Belarusia tahun ini. 

“Pada Februari, kami akan kembali melakukan pertemuan bilateral dengan Belarusia. Semoga tahun ini, kerja sama kedua negara untuk memajukan sektor industri dapat terealisasi,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko SA Cahyanto dalam keterangan pers, Kamis (20/1). 

Advertisement

Eko menjelaskan, proses kerja sama berlangsung sejak 2021 melalui diskusi dengan Duta Besar Belarusia untuk Indonesia. Pembahasan kolaborasi ini menekankan pada industri komponen otomotif.

Beberapa pihak Belarusia yang akan berperan aktif yakni Minsk Automobile Plant (MAZ) dan OJSC “Borisov Plant of Automotive and Tractor Electrical Equipment” (BATE). Kedua pabrikan ini memproduksi komponen otomotif dengan spesialisasi komponen kendaraan niaga maupun manufaktur. 

MAZ berencana menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan komponen otomotif di Asia Tenggara. Menurut Eko, pabrikan yang diincar yakni yang dapat membantu produksi tahap pertama delapan model kendaraan besutan MAZ. 

Kendaraan yang dimaksud seperti truk sampah, truk roda lima untuk kebutuhan pelabuhan, long wheelbase truck, dan sasis kendaraan khusus.

"Kami berharap Indonesia menjadi salah satu negara yang dibidik, karena memiliki potensi pasar besar dan kemampuan industri komponen berdaya saing,” ujar Eko.

Sedangkan OJSC BATE sedang mencari mitra potensial untuk mendapatkan komponen otomotif dari luar negeri. Salah satu mitra yang diincar berasal dari Nusantara. 

OJSC BATE merupakan perusahaan pelat merah asal Belarusia yang memiliki spesialisasi pada desain. Korporasi ini juga memproduksi starter dan alternator untuk mesin truk, mobil penumpang, bus, mesin pertanian, dan mesin dengan tujuan khusus. 

Pada 2020, nilai ekspor ke Belarusia US$ 38,03 juta. Produk yang diekspor ke negara lain di Eropa yakni produk perikanan, minyak kelapa sawit dan turunannya, kontak lensa, kertas, dan karton multi-lapis.

Eko menilai, pabrikan domestik memiliki potensi dalam meningkatkan nilai ekspor ke Belarusia. Beberapa pabrikan memproduksi kendaraan bermotor, telepon genggam, alat permesinan dan komponen, serta besi dan baja. 

“Penjajakan kerja sama Indonesia - Belarusia dapat lebih jauh ditingkatkan dalam upaya pengembangan kemitraan sumber daya industri, seperti penyediaan bahan baku pupuk yang diperlukan industri di dalam negeri,” kata Eko. 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait